oleh

Petani Geropyokan Basmi Tikus

MUSI RAWAS – Pada musim pancaroba para petani yang ada di Desa I Sukomulyo, Kecamatan Tugumulyo giat berburu hama tikus di sawah mereka. Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi maraknya hama tikus yang melahap tanaman padi.

Selain itu, tikus adalah hama alami yang keberadaannya mengganggu proses pertumbuhan padi. Melihat kondisi demikian, para petani ini beramai-ramai membasmi hama tersebut dengan metode geropyokan.

Geropyokan ini bertujuan untuk menekan hama tikus yang biasanya mengganggu bibit padi yang tengah disemai.

“Kita lakukan Gerbu tikus. Tikus-tikus ini akan memakan bibit padi, sehingga bibit yang seharusnya tumbuh menjadi wini, menjadi tidak bisa tumbuh dan petani mengalami kerugian, karena harus menyemai bibit padi kembali. Makanya keberadaan mereka (tikus) harus kita tekan dan kita basmi,” kata Acong (45) petani di desa setempat.

Dikatakan, kegiatan geropyok gerbu hama tikus ini, selain menekan perkembangbiakan tikus sawah juga sebagai antisipasi serangan hama tikus menjelang masa tanam dan panen. Sebab, jika tidak ditekan perkembangbiakannya, dalam waktu 3 atau 4 bulan mendatang, tikus betina akan beranak.

“Ya sebelum tanam, hama-hama yang berpotensi merusak tanaman haruslah ditekan. Sehingga hasil panen nanti tetap produktif dan memuaskan petani dan memberikan keuntungan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua kelompok tani warga setempat, Sadirkem (48) mengatakan geropoyokan harus dilakukan saat musim tanam dan harus secara serempak. Agar tidak ada tikus yang pindah ke tempat lain untuk membuat lubang baru guna berkembang biak.

“Nah ini kan sedang memasuki musim tanam, makanya agar tidak berkembang biak gerbu tikus dilakukan sekarang,” imbaunya. (dlt)

Rekomendasi Berita