oleh

Petani Gagal Panen Harga Cabai Naik

CURUP – Harga cabai merah tingkat pasar terus mengalami kenaikan. Saat ini harga eceran di pedagang mencapai Rp70 ribu. Tingginya harga cabainya baik jenis rawit maupun merah.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Atas, Gisem (58) mengatakan tidak hanya cabai, hampir mayoritas harga sayur mengalami kenaikan. Diantaranya, Tomat Rp6.000 per kg, sawi manis Rp5.000 per kg. Kemudian kol bulat Rp6.000 per kg, kol kembang Rp15.000 per kg.

“Terong ungu saja harganya Rp6.000 per kg yang biasanya Rp1.000 per kg, kalau terong bulat sampai Rp7.000 per kg,”paparnya.

Senada disampaikan kalangan petani di Sumber Bening, Kecamatan Selupu Rejang, Heri (34). Menurut Heri, mahalnya harga cabai di pasaran disebabkan lantaran banyak petani yang gagal panen pada musim tanam.

“Pas musim tanam cuaca ekstrem, jadi banyak yang gagal panen, kalaupun ada hasilnya tidak maksimal,” tuturnya.

Di tingkat petani, harga cabai kisaran Rp50.000 sampai Rp55.000 per kg.

“Kalau sekarang banyak pedagang yang cari cabai sampai ke kebun, kadang hanya panen 5 kg diambil karena harganya mahal,” tambahnya.

Biasanya, kalaupun kalangan petani cabai banyak tidak panen, biasanya banyak stok dari luar daerah masuk sehingga harga tetap stabil.

“Biasanya banyak dari luar daerah masuk, sekarang sepi, mungkin di luar banyak yang tidak panen juga sehingga harganya mahal,” tambahnya.

Gito (52) salah satu petani terong mengungkapkan, panen terong miliknya yang tengah dipanen menghasilkan buah maksimal dan harga yang memuaskan.

“Saya menanam 4 bungkus bibit terong mas, sekarang sedang panen, alhamdulilah harganya memuaskan, di kebun harga terong Rp4.000 per kg, satu kali panen bisa 20 karung atau sekitar 1,5 ton, kalau harganya naik kayak gini petani sayur bisa sejahtera mas,” ungkap Gito sembari riang memanen buah terong di kebunnya di kawasan Sumber Bening Selupu Rejang. (Sam)

Rekomendasi Berita