oleh

Petani Cemaskan Merosotnya Hasil Produksi

Dampak Musim Kemarau

LINGGAU POS ONLINE, BATU GANE – Meskipun harga kopi prapanen saat ini mengalami kenaikan, dari harga Rp 19 ribu per Kilogram (Kg), menjadi Rp 22 ribu per Kg, para petani di Desa Batu Gane Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura) belum bisa bernafas lega. Karena petani harus dihantui, hasil panen yang diprediksi merosot.

Syarifudin (64), salah seorang petani kopi di Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit sudah memprediksi kalau hasil panennya kali ini akan merosot dari sebelumnya. Hal ini diakibatkan, dampak dari musim kemarau pada Maret.

Selain mencemaskan merosotnya hasil panen, Syarifudin mengaku juga mengkhawatirkan jika saat panen tiba, harga kopi akan kembali turun. Masa panen tiba yakni, pada Agustus-September mendatang.

“Alhamdulillah saat ini ada kenaikan harga meskipun belum masa panen dan petani belum bisa menjual. Mudah-mudahan kenaikan akan terus terjadi hingga tiba masa panen,” harap Syarifudin,

Syarifudin menambahkan, masa tanam kopi baru bisa dipanen setelah masa tanam dua tahun setengah, itu pun ada dua masa yakni masa agung (masa pertama panen, red) dan masa kelang (masa akhir panen, red).

“Kami berharap saat masa panen tiba, harga kopi tetap stabil. Apalagi kenaikan tidak dibarengi dengan kuantitas hasil panen, dampak musim kemarau yang menyebabkan banyak pohon dan bunga kopi mati,” keluh Syarifudin.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Musi Rawas, Armansyah, mengaku naiknya harga jual kopi di daerah itu, menyusul membaiknya pasaran kopi dunia dan banyaknya permintaan luar negeri.

“Kenaikan harga jual komoditas andalan daerah, setelah karet dan buah sawit diketahui dari pemantauan yang dilakukan di tiga pasar tradisional. Yakni pasar Kecamatan Rupit, Tugumulyo dan pasar Kecamatan Megang Sakti mengalami peningkatan,” ungkap Armansyah.

Sementara perkembangan komoditas lainnya, seperti karet harian masih bertahan dikisaran Rp 6.700 per kg, kemudian karet bulanan Rp 7.600 per kg.

“Sedangkan untuk Tandan Buah Segar (TBS) ditingkatkan pabrik masih dikisaran Rp 1.415 per kg. Dan berharap harga komoditas ini akan semakin membaik,” tegasnya. (04)

Rekomendasi Berita