oleh

Petakan Wilayah Rawan Narkoba

BNN Gandeng Berbagai Pihak Laksanakan Program PA

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK KUPANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, terus melakukan upaya pemberantasan penyalahgunaan Narkoba di Kota Lubuklinggau. Salah satunya, dengan kegiatan meningkatkan sinergisitas untuk mendukung program pemberdayaan alternatif (PA).

Kegiatan kali ini, ditindaklanjuti dengan mengundang Kapolsek, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa di wilayah Kota Lubuklinggau. Salah satunya, dengan bersama-sama menentukan kawasan rawan narkoba. Yang kedepan, akan dijadikan lingkungan bersih dari narkoba.

Saat menyampaikan paparan, Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho menjelaskan, kalau latar belakang kegiatan ini, pertama program pemberdayaan masyarakat merupakan ujung tombak P4GN yang menyatukan dan menggerakkan peran serta seluruh masyarakat. Lalu masalah besar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, menjamurnya kawasan rawan narkoba sebagai pangsa pasar. Dari kawasan ini ancaman bahaya narkoba ditebar ke lingkungan kerja, pendidikan dan masyarakat oleh sindikat narkoba.

“Pemberdayaan alternatif, salah satu upaya pencegahan terhadap mantan Narkoba penyalahgunaan Narkoba atau masyarakat yang rentan agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan Narkoba. Nanti upaya yang dilakukan, memberikan vokasional atau keterampilan skill sehingga penyalahgunaan Narkoba memiliki pekerjaan dan kesibukan,” jelasnya saat paparan.

Untuk kawasan rawan narkoba sendiri, wilayah yang diidentifikasi dari masyarakat dengan adanya budaya madat narkoba, pasar narkoba, bukti-bukti terjadi peredaran narkoba dari hasil operasi aparat penegak hukum. Dengan kriteria, pertama pengenalan, identitas, stigma, simbol. Kedua yang berhubungan dengan wilayah, lokasi, tempat, jalan dan gang terjadinya kerawanan.

Ketiga yang berulang-ulang terjadi dan dikenali masyarakat luas, baik dalam pergaulan, berita di media massa dan jajaran aparat berwajib. Serta ketiga, yang berhubungan langsung dengan kasus kejahatan Narkoba.

“Ada delapan indikator karakteristik pokok, yakni kasus kejahatan narkoba, angka kriminalitas atau aksi kekerasan, bandar pengedar narkoba, kegiatan produksi narkoba, angka pengguna narkoba, BB, entry dan kurir narkoba,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia pun menjelaskan, peran serta Babinkamtibmas dan Babinsa dalam program PA. Pihaknya berharap, melalui kegiatan yang merangkul TNI dan Polri, serta dilanjutkan hari ini dengan pihak pemerintah bisa menekan penyalahgunaan narkoba dan mewujudkan satu lokasi yang memang bersih dari narkoba.

Dalam kegiatan itu juga, hadir Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara. Ia meminta peserta yang ikut, terutama Bhabinkamtibmas untuk segera memberikan data mengenai wilayah yang rawan narkoba. Ia meminta kegiatan ini ada hasilnya, serta ada hasil yang nyata.

“Paling lama seminggu akan ada laporan. Seluruh Polsek sudah ada, tetapi kita dasarnya pengungkapan kasus. Data sekarang ini harus dilengkapi jalur masuk karena ada bandara, stasiun sampai terminal bus, sebagai potensi masuknya Narkoba.

“Untuk itu Kapolsek kita minta, tidak hanya melihat potensi di masyarakat, namun juga jalur masuknya Narkoba di wilayahnya,” tegas Andi. (13)

Rekomendasi Berita