oleh

Pesta Malam Rawan Seks Bebas

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Pesta malam menjadi aktivitas paling mengkhawatirkan saat ini. Sebab di sana, bukan hanya seks bebas, narkoba pun dijual bebas. Seakan tak ada batasan waktu, hingga dini hari.

“Ini harus jadi perhatian Kepala Desa (Kades) dan Rukun Tetangga (RT) setempat. Jadi saya juga pernah mendengar, kalau anak-anak bawah umur yang tidak sewajarnya melihat hal seperti itu, merasa tertarik melihat biduan. Bukan hanya musik yang bising, diduga juga menggunakan narkoba, lalu mabuk minuman keras dan melakukan seks bebas. Nah, anak-anak ini menonton dari jauh. Inikan parah sekali,” jelas seorang warga Kecamatan Karang Dapo, FH kepada Linggau Pos, Selasa (28/1).

FH merasa kecewa dengan pengawasan oleh pemerintah daerah yang sangat minim, terhadap hal-hal seperti ini. Karena, menurutnya kepolisian ataupun bupati harus turun tangan dalam melakukan penindakan terhadap maraknya seks bebas dan peredaran narkoba saat organ tunggal digelar.

“Kami yang di desa ini, sangat was-was dengan maraknya penggunaan narkoba. Karena rentan sekali memengaruhi anak-anak,” jelas FH.

FH menuturkan untuk mempertahankan anak sampai lulus SD saja di desa ini butuh tenaga ekstra dalam mengawasi.

“Mengingat di mana-mana tingkah laku negatif yang dilakukan oleh warga yang menggunakan narkoba sangat terang-terangan,”kata FH.

FH khawatir, kalau anaknya nanti akan penasaran dan ingin mencoba dengan hal-hal buruk seperti itu.

“Kalau dia (anak,red) tidak ada di rumah, saya langsung mencarinya. Karena, takut sekali anak saya melihat hal-hal yang negatif. Psikologis anak kan bisa rusak kalau lingkungan tempat tinggal tidak nyaman seperti itu,” ucapnya.

Hal sama juga disampaikan Gunadi (45). Warga Kecamatan Tuah Negeri ini membenarkan apa yang terjadi di sebagian Kabupaten Muratara, nyaris sama dengan di desanya.

“Anak-anak di desa, justru lebih rentan terpengaruh narkoba. Karena, hampir setiap kali ada pesta malam, diduga peredaran narkoba kian berani. Warga takut mau mengingatkan. Karena yang mau barang haram itu banyak. Warga yang tidak setuju, kalau mengingatkan khawatir salah. Malah jadi ribut. Baiknya memang dari pihak kepolisian razia saat pesta malam. Minimal tahu, betapa sudah bahayanya narkoba masuk di desa-desa ini,” jelasnya.

Sementara itu, Psikolog, Nelly Tridinanti menilai seseorang mengonsumsi narkoba dan seks bebas, kerapkali disebabkan oleh pola hidup dan pengaruh lingkungan.

“Pola hidup menentukan kepribadian seseorang. Biasanya orang yang terlibat penyalahgunaan napza dan terjerumus seks bebas itu lemah secara mental, mudah terpengaruh dan tidak memiliki prinsip yang kuat,” ungkap alumni S2 Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta ini.

Kemudian, untuk faktor lingkungan, saat lingkungan memfasilitasi obat-obatan terlarang dan minuman keras, kemudian pola kepribadian dalam diri yang lemah, maka seseorang akan mudah terjerumus pada narkoba dan seks bebas.

“Jadi yang harus dikuatkan itu memang mental kepribadiannya. Dikuatkan dengan agama. Sehingga ada ketakutannya dengan Allah SWT, sehingga tidak berani macam-macam. Ketika diri kita selalu merasa diawasi oleh-Nya, maka kecil kemungkinan terjebak pada hal-hal yang negatif,” jelasnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita