oleh

Pesimis Selesai Tepat Waktu

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Anggota komisi III DPRD Kabupaten Muratara pesimis pembangunan Jembatan Tingkip selesai akhir Desember 2017 ini. Hal ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Muratara yang dipimpin Taufik Anwar bersama Bakri, Amri Sudaryono, Pahirin Askad di Dusun Tebing Tinggi, Kecamatan Karang Dapo, Senin (18/12).

“Dari kondisi pembangunan jembatan yang kita lihat langsung tadi (kemarin,red), kami pesimis pembangunan Jembatan Tingkip ini selesai Desember 2017 ini. Karena baru dilakukan pemasangan girder, tapi belum dicor bahkan dek lantai untuk pengecoran belum dipasang, padahal masa waktu kontrak tanggal 25 Desember 2017 artinya ada waktu 7 hari lagi,” ungkap Taufik Anwar.

Mengenai pembangunan jembatan itu, November 2017 lalu pihaknya sudah melakukan rapat dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Dari penjelasan, pembangunan jembatan tersebut menggunakan girder dan peralatan lain. Yang ditargetkan 22 November 2017, namun alat tersebut belum datang. Sehingga diperkirakan tidak selesai.

“Terkait pembangunan jembatan tersebut, kami Selaku Komisi III meminta Pemkab Muratara dalam hal ini Dinas PUPR untuk menindaklanjuti kelanjutan pembangunan tersebut sesuai aturan yang berlaku. Kalau masa kontrak berakhir 25 Desember, silakan dibayar sesuai volume pekerjaan. Tapi apabila mau dilanjutkan maka dikenakan sanksi penalti,” sebutnya.

Melihat pembangunan tadi, pihaknya meminta agar pemerintah harus lebih selektif memilih pihak kontraktor. Pihaknya sangat mendukung pembangunan di Kabupaten Muratara. Khususnya untuk pembangunan dibidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar.

“Tapi jangan sampai kita dukung penuh ternyata pengerjaannya tidak maksimal, masyarakat dirugikan begitu juga menjadi beban daerah karena menyisakan permasalahan, kita akan Rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk selektif memilih rekanan pelaksana pembangunan.

Sementara itu, anggota Komisi III DRPD Kabupaten Muratara, Bakri secara tegas menyatakan untuk pembangunan Jembatan Tingkip bisa saja selesai dalam bulan ini. Tapi tidak seratus persen. Terlebih untuk bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dalam tahun ini. Itu mustahil, mengingat masa cor lantai jembatan harus berumur 21 hari.

“Ini saja sudah tanggal 18 Desember, sementara masa kontrak berakhir tanggal 25 Desember, untuk pemasangan plat dek termasuk ngikat ngemal, pagar kiri kanan jembatan dan nimbun setidaknya memakan waktu 5 hari, belum pengecoran dan finishing, jadi apa yang disampaikan oleh pihak rekanan akan selesai dan bisa digunakan tahun ini, itu tidak mungkin,” tegas Bakri.

Terpisah selaku pihak rekanan, Damsar mengungkapkan pihaknya tetap optimis akan selesai di akhir Desember 2017 ini.

“Kita yakin Desember ini selesai, dan bisa dilalui, paling-paling tahap finishing saja. Hari ini (kemarin,red) nyetel dek, langsung pembersihan untuk ngemal untuk cor lantai. Tiga hari kedepan sudah mulai ngecor,” bebernya.

Begitu juga Pengawas Pembangunan Dinas PUPR Kabupaten Muratara, Heru Purnama. Dirinya meminta agar permasalahan pembangunan jembatan tidak ditanyakan kepada dirinya lantaran dirinya bukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Jangan nanyo samo aku. Tanyo dengan PPK, Luis, tapi untuk progres pembangunan sudah sekitar 80 %. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dilewati. Tapi yang jelas kami nak koordinasi dengan PPK dulu,” jawabnya singkat.(07)

Komentar

Rekomendasi Berita