oleh

Peserta Didik Kecanduan Komik

H Hendra Gunawan
“Sekalipun merokok, kalau bisa jangan. Apalagi sampai narkoba. Saat ini yang sudah sangat bahaya itu Komix. Karena orang tua kadang tidak tahu, anak beli Komix banyak tahunya untuk obat batuk. Ternyata disalahgunakan…”

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Indonesia menghadapi tantangan berat, untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas di masa depan. Salah satu batu penghalangnya, yakni narkoba dan sejenisnya.

“Bahkan, berdasarkan informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Musi Rawas narkoba sudah mengintai murid SD, dan pelajar SMP/SMA. Selain narkoba, fakta lain yang juga amat mengejutkan adalah penyalahgunaan obat batuk Komix yang juga menjadi candu bagi anak-anak kita saat ini,” tutur Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan, dalam perbincangan hangat ketika ia melepas keberangkatan Tim Hockey SMAN 1 Muara Kelingi, yang akan bertanding di kelas Internasional, Kamis (18/1).

Oleh karena itu, Bupati meminta guru dan orang tua harus semakin peka. Menjaga anak didik, juga putra-putri bangsa ini dari narkoba.

“Sekalipun merokok, kalau bisa jangan. Apalagi sampai narkoba. Saat ini yang sudah sangat bahaya itu Komix. Karena orang tua kadang tidak tahu, anak beli Komix banyak tahunya untuk obat batuk. Ternyata disalahgunakan. Jadi sangat bahaya,” terangnya.

Kepala BNN Kabupaten Musi Rawas, Hendra Amoer menerangkan Komix jika digunakan dalam dosis yang banyak bisa berdampak depresan. Memang berbeda dengan penggunaan sabu (narkoba) yang berdampak stimulan.

“Memang dalam rapat FKPD-plus yang dipimpin Pak Bupati sudah saya sampaikan hal tersebut. Bahwa penyalahgunaan Komix ini sudah merambah remaja dan pelajar di Kabupaten Musi Rawas,” jelasnya.

Over konsumsi Komix sangat bahaya dampaknya bagi kesehatan otak. Menurut Hendra Amoer, memang Komix itu obat legal. Namun disalahgunakan.

“Olaeh karena itu, butuh pengawasan dari orang tua dan guru. Terutama di kantin sekolah. Karena penyalahguna Komix ini tak hanya dilakukan selepas sekolah, ada juga yang konsumsinya saat sekolah. Biasanya anak-anak ini mengoplos Komix dengan minuman Power X atau sejenisnya. Saat ini, tinggal cek ke sekitar sekolah kalau banyak bekas kemasan Komix berarti di situ telah terjadi penyalahgunaan Komix,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita