oleh

Peserta BPJS Mandiri Empat Lawang Pilih Turun Kelas

“…Kalau jadi naik, artinya dikali lima orang sekitar Rp550 yang harus saya bayar untuk iuran BPJS kelas II, jadi saya ingin turun kelas saja…”

* H Zainal, Peserta BPJS Mandiri Kelas III

LINGGAU POS ONLINE- Khawatir dengan kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, banyak masyarakat yang turun kelas. Banyak peserta BPJS mandiri yang semula menjadi peserta kelas II, mengusulkan turun menjadi peserta BPJS kelas III.

Diantaranta H Zainal, warga Jaya Loka Kecamatan Tebing Tinggi Empat Lawang, peserta BPJS Kesehatan yang berniat turun kelas. Semula ia daftar sebagai peserta kelas II, kini berencana turun ke kelas III.

Zainal mengungkapkan, setiap bulan ia membayar iuran sebesar Rp51 ribu, jika dikali lima orang anggota keluarganya maka setiap bulan ia harus bayar iuran lebih kurang Rp250 ribu. Mendengar iuran BPJS Kesehatan akan naik mencapai 100 persen, makanya ia mengambil inisiatif untuk turun kelas.

“Kalau jadi naik, artinya dikali lima orang sekitar Rp550 yang harus saya bayar untuk iuran BPJS kelas II, jadi saya ingin turun kelas saja,” ungkap H Zainal, Rabu (20/11).

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Jeri Ardhan mengatakan turun kelas merupakan hak peserta, selagi mereka memenuhi persyaratan untuk turun kelas. Syaratnya yaitu, setidaknya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sudah satu tahun, dan harus ada rekening bank karena nanti sebagai proses auto debit. Untuk jumlah peserta BPJS Kesehatan Mandiri di Empat Lawang yang turun kelas, ia tidak begitu mengetahui jumlah datanya, walaupun ada tetapi tidak banyak yang turun kelas.

Dijelaskan Jeri, kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019, dan berlaku per 1 Januari 2020 mendatang. Untuk di Empat Lawang dikatakannya, peserta BPJS Kesehatan mandiri, cukup tinggi yang menunggak.

Seperti Agustus-September 2019, jumlah peserta mandiri ada sekitar 23.000, dan sekitar 50 persen lebih peserta menunggak iuran. Namun dikatakan Jeri sebetulnya grafik penurunan jumlah penunggak setiap bulannya cenderung membaik dari data setiap bulannya.

“Kalau untuk tingkat Sumsel memang Empat lawang termasuk yang tinggi tunggakan iuran BPJS mandiri, Namun berdasarkan grafik yang kami miliki setiap bulannya itu sudah membaik. Apalagi sekarang kita sudah bekerja sama dengan beberapa bank untuk pembayaran auto debit,” ungkapnya.

Laporan Kayan Manggala

Rekomendasi Berita