oleh

Perusahaan Wajib Miliki Bak Penampung Air

LINGGAU POS ONLINE, MONENG SEPATI – Dari 510 perusahaan di Kota Lubuklinggau hanya dua perusahaan yang menyediakan bak penampung air, sebagai antisipasi dini terjadinya kebakaran. Padahal, bak penampung air sangat penting untuk mencegah semakin meluasnya peristiwa kebakaran, dan mempermudah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) mendapatkan air.

Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kota Lubuklinggau, Kgs Effendi Feri kepada wartawan Kamis (16/8) mengatakan dua perusahaan yang sudah memiliki bak penampung air yaitu JM dan Lippo Plaza. Kedepan, perusahaan diwajibkan memiliki bak penampung air, bahkan akan dibuatkan payung hukum, baik berupa Peraturan Walikota (Perwal), maupun Peraturan Daerah (Perda).

“Beberapa kabupaten dan kota di provinsi lain khususnya di Pulau Jawa sudah mewajibkan adanya bak penampung air, tahun depan akan kita upayakan Kota Lubuklinggau sudah ada payung hukumnya,” kata pria yang juga menjabat Plt Asisten I Setda Kota Lubuklinggau ini.

Menurut Effendi Feri, jika perusahaan tidak memiliki bak penampung air akan menyulitkan tim Damkar melakukan pemadaman. Karena, mobil Damkar harus bolak-balik mengisi air.

BPBD Kota Lubuklinggau memiliki tujuh unit mobil Damkar, dengan dua bak penampung air di posko Damkar komplek perkantoran Walikota Lubuklinggau, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. BPBD Kota Lubuklinggau mengajukan penambahan bak penampungan air dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019.

“Saat ini ada empat posko, dan kita perjuangan keempat posko memiliki bak penampung air,” ungkap Effendi Feri.

Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani mengaku untuk membangun bak penampung air di setiap posko melihat anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau terlebih dahulu. Jika memungkinkan akan dianggarkan dalam APBD 2019, atau bisa secara bertahap.

“Tidak langsung empat pos kita anggarakan, bisa APBD 2019 mungkin satu atau dua dulu nanti kedepan dianggarkan satu atau dua lagi,” ungkap Rahman Sani.(07)

Rekomendasi Berita