oleh

Pertanyakan Pembangunan GI

Prihatin Aliran Listrik Belum Stabil

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Desak segera dibangunnya Gardu Induk (GI) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), DPRD Kabupaten Muratara adakan pertemuan dengan PLN pusat. Kedatangan mereka untuk mengonsultasikan, tentang GI PLN untuk PLN Muratara.

Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Muratara, Efriansyah usai melakukan pertemuan. Konsultasi ini sengaja dilaksanakan, agar kedepan masyarakat di Muratara bisa memanfaatkan listrik di rumah mereka.

“Ini inisiatif kita (DPRD, red), untuk mendesak agar GI di Muratara bisa segera dibangun,” tegas Efriansyah, Jumat (12/1).

Saat konsultasi, politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan kalau pihaknya bertemu langsung dengan manager senior di PLN pusat.

“Alhamdulilah, pasca pertemuan kemarin hasilnya paling lambat 1,5 tahun lagi, pembangunan GI dan tapak tower-nya selesai. Ya kita berharap secepatnya, dan komitmen ini betul-betul direalisasikan,” ungkapnya.

Desakan ini dilanjutkannya, karena pihaknya merasa prihatin dengan kehidupan masyarakat di Muratara saat ini.

“Karena aliran listrik yang ada saat ini di Muratara, tegangannya rendah. Makanya, di setiap kesempatan kita terus mendesak, agar pembangunan GI ini segera dirampungkan,” tegasnya kembali.

Dengan adanya GI ini, diharapkan aliran listrik di Muratara bisa stabil.

“Insya Allah, dengan dibangunnya GI Muratara bisa jadi terang benderang. Ini harapan kita kedepan,” harapnya.

Upaya pemerintah, tentunya disambut baik oleh masyarakat yang memang sudah sejak lama mengharapkan adanya aliran listrik yang stabil di Muratara.

“Kalau tanya masyarakat, ya kami sangat setuju. Karena penantian kami agar mendapatkan aliran listrik yang stabil sudah sejak lama. Kita mengapresiasi langkah dewan. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah, untuk mendukung upaya ini. Sehingga kedepan, apa yang menjadi harapan kita bersama terwujud,” ungkap Deni, salah seorang warga.

Selama ini akibat aliran listrik yang tidak stabil, banyak barang elektronik yang tidak bisa digunakan oleh masyarakat.

“Lemari es kami saja, sampai saat ini tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Kalaupun mau maksimal, harus menggunakan mesin genset,” ungkapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita