oleh

Pertahankan Kuliah Sambil Jual Gorengan

Erma Hidayah Lulusan Terbaik Wisuda STKIP-PGRI

Erma Hidayah menjadi lulusan terbaik wisuda ke-33 STKIP-PGRI Lubuklinggau. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraihnya nyaris sempurna 3,97. Ternyata, ada perjuangan berat yang dilalui untuk mencapai itu.

Laporan Daulat, Air Kuti

KETUA STKIP-PGRI Lubuklinggau, DR H Rudi Erwandi dengan tenang, memindahkan kuncir toga Erma Hidayah. Gadis yang tinggal di Desa G2 Dwijaya, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas ini tampil anggun mengenakan jilbab warna pink.

Usai mengikuti rangkaian Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-33 STKIP-PGRI Lubuklinggau, kami berkesempatan membincanginya.

Gadis kelahiran 30 Oktober 1995 itu menceritakan, ia mulai kuliah pada tahun 2013.

“Susah memang. Tapi saya bertekad bisa meraih gelar sarjana dan mencapai cita-cita saya jadi guru,” akunya.

Sejak masih mahasiswa, putri sulung dua saudara, pasangan Muhtarom dan Hoida ini sudah bekerja. Ia mengabdikan diri di Bimbingan Belajar (Bimbel) Sulifah Islamic Education. Erma menggeluti aktivitasnya sebagai tentor di Bimbel tersebut sejak dua bulan terakhir.

“Kuliah sih konsern. Makanya saya kerja Bimbel setelah benar-benar tuntas kuliah. Nah, kalau ditanya siapa orang yang paling berharga dan mendukung studi saya, jelas bapak dan ibuk. Dosen-dosen saya di Prodi Pendidikan Biologi dan pembimbing saya ibu Merti Triyanti dan Ibu Yuni Krisnawati. Tanpa mereka, saya belum tentu bisa mencapai semua ini,” terang Erma.

Selama menjalani kuliah, kata Erma, yang paling berkesan selama ia kuliah ketika masih semester 3.

“Saat itu untuk bantu memenuhi kebutuhan finansial selama kuliah, saya coba jualan gorengan di lantai tiga kampus. Karena saya pikir kalau kelas di lantai 3 pasti teman-teman pada malas turun jajan ke bawah. Semangat dagang saya masih bertahan sampai semester VII saya berjualan jilbab. Jadi memang untuk kuliah, saya nggak hanya berpangku tangan dengan orang tua. Kasihan juga kalau semuanya minta orang tua,” kata Erma.

Hal kedua yang menurutnya cukup menarik ketika menyusun dan menyelesaikan skripsi.

“Kebetulan saya penelitian ke Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas. Judul skripsi saya ‘Analisis Vegetasi Strata Pohon di Bukit Jogong’. Proses penelitiannya lumayan menguras tenaga,” imbuhnya.

Setelah menyandang gelar sarjana pendidikan, Erma juga amat ingin lanjut kuliah S2.

“Ya mau sih. Tapi biaya belum ada. Semoga ada jalan dan rezeki untuk kuliah magister,” harapnya.

Mengenai pencapaian IPK tertinggi, Erma mengakui semua itu berkah dan karunia dari Allah SWT.

“Kuncinya nggak cuma belajar dan banyak bertanya. Selain itu, saya sering sekali minta doa orang tua. Apapun aktivitas saya di sini, minta doa ke mereka. Karena saya yakin semua perjalanan hidup saya akan dipermudah kalau diridhoi keduanya,” tutup Erma.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita