oleh

Persediaan Obat Dikeluhkan

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Persediaan obat bagi pasien menggunakan  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di RSUD Curup masih dikeluhkan keluarga pasien. Pasalnya, mereka kecewa saat obat dibutuhkan di RSUD tidak ada, ternyata mesti membeli di luar rumah sakit.

Salah satunya disampaikan Hasan Basri (53) suami dari istrinya yang sedang dirawat di RSUD Curup, Selasa (21/11). Diakui Hasan, saat hendak mencari obat untuk istrinya di RSUD Curup, obat yang dibutuhkan tidak ada dan terpaksa harus mencari obat tersebut di luar rumah sakit.

“Kalau pelayanan sudah baik, tapi ketersediaan obat masih sering kosong sehingga harus beli diluar,” katanya.

Ia mengaku, persoalan tersebut sudah disampaikan ke petugas BPJS dan berdasarkan keterangan petugas BPJS tidak ada lagi masalah kehabisan obat. Sebab, sistem pembayaran yang dilakukan BPJS Kesehatan adalah sistem paket sehingga mulai dari pelayanan hingga obat sudah menjadi tanggung jawab rumah sakit.

“Permasalahan ini memang sudah sering terjadi dan pihak BPJS kesehatan sering mengingatkan manajemen RSUD Curup namun masih terulang,” papar Hasan.

Hasan juga menyayangkan tidak adanya pemberitahuan pihak rumah sakit terkait dengan bisanya klaim pembelian obat di luar atau tidak.

Sementara itu, Kepala Bidang Penjamin Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Curup, dr Dicky Permana menjelaskan, sistem pembayaran yang dilakukan BPJS Kesehatan terhadap rumah sakit adalah sistem paket berdasarkan diagnosa yang diberikan dokter kepada pasien BPJS.

Dan itu sudah diatur dalam Permenkes No. 27 Tahun 2014 dengan perubahan Permenkes No. 76 Tahun 2016 tentang Tarif Pelayanan JKN. Dijelaskan, dalam Permenkes itu bahwa pelayanan mulai dari administrasi konsultasi dokter, obat hingga pemeriksaan penunjangan dan tindakan operasi sudah masuk dalam paket INA CBG’s.

“Tidak ada lagi alasan tidak ada obat dari pihak rumah sakit karena sudah satu paket. Soal masalah obat yang kosong, antara BPJS Kesehatan dan RSUD Curup telah menjalin kesepakatan bahwa bila ada obat kosong, keluarga pasien bisa membeli di luar, namun nanti bisa mengklaim ke RSUD Curup dengan membawa kuitansi pembelian kepada pihak rumah sakit,” paparnya.

Namun, untuk obat yang tidak bisa diklaim adalah obat yang berdasarkan permintaan dari keluarga pasien sendiri. Ia berharap, dengan klaim obat ini pihak RSUD Curup diharapkan selalu menyampaikan kepada pasien BPJS Kesehatan yang akan membeli obat di luar bahwa mereka bisa melakukan klaim dengan melampirkan kuitansi pembelian,” jelasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita