oleh

Persawahan Bingin Rupit Diaktifkan

LINGGAU POS ONLINE, BINGIN RUPIT – Pemerintah Desa Bingin Rupit Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali menggalakkan atau mengaktifkan kembali areal persawahan. Pasalnya,persawahan lokasi tersebut berpotensi menjadi lumbung pangan.

Penggarapan kembali tersebut dilakukan mengingat sudah kurang lebih enam tahun lumbung padi warga tidak digarap oleh petani. Lantaran saluran air irigasi lebih tinggi dari sawah. Sehingga air tidak bisa mengalir kesawah akibatnya sawah para petani tidak bisa dikelola dengan baik dari musim ke musim.

Menyadari masalah itu, Pemerintah Desa Bingin Rupit, yang diketuai langsung Kepala Desa (Kades), Henki Basyip berusaha memecahkan masalahnya dan mencarikan solusi yang tepat untuk menggalakkan kembali sawah tersebut agar menjadi lumbung desa kembali.

“Sejak dilantik menjadi Kades, saya bertekad untuk menyelesaikan masalah ini, Dimana tahun 2017 kami mengsulkan kepada Pemda Kabupaten Muratara untuk diberikan bantuan pengerukan, Alhamdulillah tahun ini bantuan tiba dan saluran airnyapun telah diperbaiki, sehingga salurannya dapat berfungsi dengan baik” ucap Kepala Desa Bingin Rupit Henki Basyip beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Henki menambahkan kalau pihaknya berupaya mendapatankan bantuan dari Pemda berupa peminjaman alat bajak untuk membajak sawah supaya lahan sawah bisa gembur dan subur.

“Kita sangat mengapresiasi pemda dalam hal ini Dina Pertanian dan Perikanan telah meminjamkan alat bajak yang canggih dan saat ini tengah berlangsungnya pembajakan sawah” terang Henki.

Selain melakukan pembajakan lahan sawah, Untuk mengatasi kekeringan, Pemerintah desa akab berupaya mendapatkan bantuan dari Pemda Muratara berupa Sumur Bor, mengingat keberhasilan lahan sawah adalah Air dan Pupuk.

Supaya warga dan para petani tidak menyia-nyiakan waktu, Kepala desa berharap petani melaksanakan tiga Kali tanam dalam setahun, yakni dua kali menanam padi dan satu kali menanam tanaman lain.

“Kita arahkan melalui Petua Desa dan Penyuluh Pertanian agar petani dapat menanam padi dua Kali dalam setahun dan satu kali menaman tanaman yang masanya jangka pendek dalam setahun seperti tanaman Jagung, semangka, kacang dan juga sayur mayur,” tambah Henki.

Dijelaskannya, Pada tanggal 1 Oktober 2018 lalu bantuan benih padi dari dinas pertanian telah sampai di desa Bingin Rupit dan segera di distribusikan ke para petani. Semantara pupuk untuk meningkatkan hasil penen belum turun.

“Kami berharap memasuki musim penghujan, petani bisa menanam padi. dihimbau kepada warga ata petani untuk dapat mengikuti arahan dan petunjuk dalam melakukan penanaman yang diberikan oleh Pernyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Perikanan,”Himbau dia.(asd)

Rekomendasi Berita