oleh

Perpustakaan SMANTER Juara I

Se-Kabupaten Mura

STL ULU TERAWAS – Perpustakaan SMAN Terawas dinobatkan sebagai yang terbaik, tingkat Kabupaten Musi Rawas. Bahkan berkat prestasi itu, sekolah yang dipimpin Henni Kristiati itu dikunjungi Deputi Bidang Pengembangan Perpustakaan RI, Renus Siboro.

“Saya senang bisa ke sini. Perpustakaannya rapi, nyaman, bacaan anak tertata dengan benar, dan sekolah yang sudah sebesar ini, harusnya luas perpustakaannya sudah tiga kali ruangan perpustakaan yang ada,” terang Renus dalam kunjungan itu.

Kunjungan Renus Siboro, didampingi Pustakawan Ahli Madya dari Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Pada kesempatan itu, Kepala SMAN Terawas, Henni Kristiati menyadari, masih banyak kekurangan perpustakaan SMANTER.

“Namun kami percaya dan berusaha, mudah-mudahan dengan kunjungan Bapak Deputi Bidang Pengembangan Perpustakaan RI dan rombongan akan menjadikan Perpustakaan SMAN Terawas menjadi Perpustakaan Sekolah Terbaik di Sumsel,” harapnya.

Perpustakaan berukuran 8 x 15 meter itu tak hanya membuat belasan ribu buku-buku fiksi maupun nonfiksi. Namun, banyak karya kerajinan tangan siswa juga dipajang di ruangan tersebut.

Perpustakaan yang didominasi warna biru muda ini terletak tepat di dekat pintu utama memasuki SMAN Terawas. Sehingga, amat mudah bagi siswa maupun guru untuk menjangkaunya.

Perpustakaan yang pengelolaannya dipercayakan kepada Yulia Windriyanti ini dimanfaatkan dengan maksimal oleh peserta didik. Tak sekadar waktu istirahat. Jam belajar pun, tak jarang guru mengajak siswa menggali referensi dengan datang ke perpustakaan.

Selain buku, Perpustakaan SMAN Terawas juga menyediakan media lokal. Salah satunya Harian Pagi Linggau Pos.

“Jadi kami tidak sekadar mendukung program Baca Linggau Pos Bersama. Setiap hari, memang kami biasakan anak baca Linggau Pos bersama di kelas. Lalu mereka meresumenya. Tentang berita apa yang dimuat hari iu. Ini dikumpulkan pada guru. Yang penting-penting langsung digandakan (dicopy,red),” jelas Henni.

Bahkan, untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS), SMAN Terawas yang sudah jadi Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan itu, sejak 2017 Januari 2017 menyediakan pojok baca dalam kelas. Pojok baca juga tersedia di gazebo gazebo sekolah.

“Kami terus berinovasi untuk menyemangati siswa rajin membaca. Salah satu caranya, memberi hadiah untuk siswa yang rajin ke perpustakaan,” jelasnya.

Program lainnya, SMAN Terawas menggiatkan program siswa wajib baca buku inovasi . Dari buku tersebut, siswa-siswi diminta mengaplikasikannya dengan membuat sesuatu yang baru. Dari sinilah, sekolah memotivasi siswa kreatif dan inovatif. Menciptakan produk baru, yang bermanfaat.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita