oleh

Perokok Berisiko Terkena Kanker Paru-paru

KANKER paru-paru dapat menyerang siapa saja tanpa memandang bulu.

Begitu juga dengan Sutopo Purwo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga Istri dari komedian sekaligus aktor senior Indro ‘Warkop’, Nita Octobijanthy.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, kanker paru merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak diderita masyarakat.

Seringkali penderita kanker paru terlambat menyadari munculnya gejala dari penyakit ini dan baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui gejala kanker paru-paru stadium awal, agar dapat ditangani sejak dini.

Diantara gejala kanker paru-paru ini, adalah batuk yang berkelanjutan. Batuk bisa disebabkan oleh kondisi yang ringan, seperti flu atau iritasi saluran pernapasan. Namun, jika batuk tidak juga berhenti dalam waktu lebih dari dua minggu, bisa jadi ini tanda dari penyakit lain yang lebih serius, salah satunya adalah kanker paru. Segera Periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti Rontgen dada.

Kedua, batuk berdarah. Batuk kronis yang disertai dengan keluarnya darah atau dahak yang bercampur dengan bercak darah, bisa jadi tanda adanya kanker paru. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Gejala ketiga, penderita biasanya mengalami sesak napas.

Sesak napas dapat terjadi akibat sel kanker yang menghalangi saluran pernapasan, atau penumpukan cairan di sekitar paru sehingga menekan paru-paru. Namun, sesak napas tidak hanya terpaku pada kanker paru-paru. Munculnya sesak napas saat beraktivitas seperti biasa, juga bisa menjadi tanda gejala penyakit gagal jantung.

Dan biasanya terjadi pada penurunan berat badan.

Biasanya orang yang menderita penyakit kanker, termasuk kanker paru, akan kehilangan berat badan secara drastis. Hal ini disebabkan oleh sel kanker yang menggunakan semua energi dan nutrisi tubuh. Maka dari itu, jangan abaikan perubahan pada berat badan Anda, terutama bila terjadi saat Anda tidak mengubah pola makan atau gaya hidup.

Selain gejala yang telah dijelaskan di atas, terdapat pula beberapa tanda lainnya yang dapat mengindikasikan kanker paru, seperti demam, mudah lelah, kesulitan makan atau menelan, kehilangan nafsu makan, jari membengkak, dan munculnya benjolan yang mencurigakan pada tubuh Anda. Untuk itu, penting bagi Anda mendeteksi sejak dini gejala kanker paru-paru stadium awal, supaya dapat meningkatkan keberhasilan pengobatannya.

*** Faktor Risiko Penyakit Kanker Paru

Ada banyak faktor risiko yang dapat melatari seseorang menderita penyakit kanker paru.

Pertama, perokok, baik aktif maupun pasif. Karena terlalu sering terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru. Maka dari itu, jangan merokok dan hindari orang yang aktif merokok.

Kedua, karena polusi udara.

Terlalu lama berada di tempat yang memiliki tingkat polusi udara yang tinggi membuat risiko terkena kanker paru menjadi lebih besar. Sekitar 5 persen dari kasus kematian akibat kanker paru di seluruh dunia disebabkan oleh polusi udara.

Setelah mengetahui berbagai faktor risiko penyakit kanker paru, diharapkan Anda menyadari pentingnya berhenti merokok dan menjalani pola hidup sehat mulai dari sekarang. Dengan berhenti merokok, Anda bisa memperpanjang harapan hidup dan menurunkan risiko terkena penyakit kanker paru di kemudian hari.(*/lik)

Rekomendasi Berita