oleh

Pernah Selesaikan Kasus Perselingkuhan

Pengalaman Nilawati Tujuh Tahun Jadi Ketua RT

Nilawati, Ketua RT 06 Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II mengawali karier menjadi Ketua RT lantaran diminta untuk menggantikan sang suami. Hingga saat ini, ia masih dipercaya untuk menjadi Ketua RT oleh warganya.

Laporan Riena Fitriani Maris, Kayu Ara

DI sela-sela penyerahan insentif RT triwulan pertama tahun 2018, di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, Rabu (11/4), Nilawati berkenan dibincangi. Ibu berhijab itu menjelaskan ia asli warga RT 06 Kelurahan Dempo, bahkan lahir pun di sana. Hal ini membuat banyak warga sudah mengenalnya. Dan tahun 2011 ia diminta menjadi Ketua RT.

Lantaran ada suami, ia pun meminta suaminya yang menjabat sebagai Ketua RT. Namun baru satu setengah tahun menjabat, sang suami pergi merantau ke Jawa. Maka akhirnya kembali ia menjadi Ketua RT sesuai keinginan warganya.

“Habis masa jabatan suami saya, saya kembali diminta untuk mencalonkan diri. Warga merasa sudah cocok, serta percaya dengan saya. Mereka menilai siapa yang akan menyalurkan bantuan secara jujur ke mereka kalau bukan saya, warga asli diRT06. Akhirnya saya memutuskan kembali mencalonkan diri. Saya berhasil menang, dengan memperoleh 42 suara,” ceritanya.

Terlahir sebagai perempuan, tidak menghalanginya menjalankan amanah yang ia emban dari warga untuk menjadi ketua RT. Beberapa tantangan seperti ikut menangkap sindikat penyalahgunaan Narkoba di wilayahnya, menyelesaikan konflik antar warga, meskipun tengah malam, serta menyelesaikan permasalahan perselingkuhan pernah ia lakukan.

“Semua sudah. Intinya dalam menjalankan tugas harus disertai pendekatan dengan warga. Saya juga rutin berkoordinasi dengan Ketua RT lainnya yang lebih senior, dan tentunya Lurah kami. Karena saya sadar, saya perpanjangan tangan mereka di RT 06,” ungkapnya.

Selama menjabat ia pun sering menjadi tempat mengadunya masyarakat. Bahkan sempat dituding atau dimarahi warga.

“Pastinya sering. Pernah dituding tidak menyerahkan bantuan secara merata, pernah dibentak oleh warga. Ya kuncinya harus diselesaikan. Saya ajak komunikasi. dan saya koordinasikan dengan Lurah yang akan menjelaskan permasalahannya ke warga,” jelasnya.

Saat ini, ia memimpin 75 KK, 275 jiwa. Ia mengaku, terus gencar menyosialisasikan semua program pemerintah ke warganya.

“Program rutin kita ada wajib lapor 24 jam. Semua pemilik kos terus saya ingatkan, untuk melapor ketika ada tamu baru. Karena saya sadar di wilayah saya selain rawan narkoba juga banyak tempat kos. Sementara untuk mengantisipasi penyalahgunaan Narkoba saya juga rutin lakukan sosialisasi. Kita pun rutin setiap Selasa, lakukan pengajian di musala,” ungkapnya.

Lantas, apakah periode selanjutnya ia akan kembali mencalonkan diri.

“Nanti saja, lihat apakah warga menginginkan kembali atau tidak,” jawabnya sambil tersenyum. (*)

Rekomendasi Berita