oleh

Pernah Masuk RSJ, Anak Bunuh Bapak

LINGGAU POS ONLINE – Peristiwa berdarah terjadi di RT 1, Dusun 1, Desa Madya Mulya, Kecamatan Lalan, Sabtu (21/12/2019) sekitar pukul 02.00 dini hari WIB. Edi Suranta (60) warga setempat tewas dengan luka bacok di lehernya. Ironisnya, pelaku ternyata Pairi (33) yang merupakan anak kandungnya sendiri.

Seperti apa kejadian dan apa yang memicu pembunuhan sadis tersebut? Kapolsek Lalan Iptu Junardi menuturkan, peristiwa bermula saat Sairoh (52), istri korban mendengar adanya keributan di dalam rumah antara korban dan pelaku.

Karena takut, Sairoh kemudian lari ke rumah anaknya, Unsri untuk memberitahukan kejadiannya tersebut. Unsri kemudian mendatangi adiknya Ariansyah. Mereka kemudian bersama kerabatnya Aryadi sekitar pukul 03.00 WIB mendatangi rumah korban.

Betapa terkejutnya mereka saat melihat korban sudah terlentang di atas kasur dengan posisi kepala dialasi bantal dan kedua tangan bersedekap di dada. Mereka juga melihat leher koban luka dan banyak mengeluarkan darah.

Ariansyah kemudian mengecek hidung korban dan sudah tidak bernapas lagi sedangkan Pairi sudah tidak ada lagi di rumah.

“Kami mendapat laporan dari pihak keluarga. Langsung kami datangi lokasi kejadian dan olah TKP. Untuk jenazah korban, kami bawa ke rumah sakit untuk divisum,” ujar Junardi.

Tak butuh lama, sekitar pukul 09.00 WIB, keberadaan tersangka Pairi terdeteksi. Pelaku yang merupakan anak ke-4 dari 5 bersaudara, bersembunyi di rumah Unsri, kakak perempuannya.

“Dia bersembunyi di kamar yang dikunci dari dalam. Setelah kami lakukan upaya persuasif, akhirnya pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti parang yang digunakan,” tukasnya.

Terkait motif pembunuhan, Junardi mengatakan pihaknya masih terus menggali informasi lebih dalam. Baik dari pelaku maupun pihak keluarga. Namun dari interogasi awal, pelaku mengatakan hal itu lantaran korban kerap memarahi ibunya dan juga dirinya.

“Jadi, malam kejadian dia kesal. Istri korban melihat tapi takut dan lari ke rumah anaknya,” sambungnya.

Apakah pelaku ada gangguan kejiwaaan, dirinya belum memberikan penjelasan lebih rinci. Keseharian, pelaku terlihat biasa-biasa saja. Hanya saja, dua tahun lalu, pelaku pernah masuk rumah sakit jiwa. Namun, sudah keluar dan dinyatakan tidak gila.

”Pelaku kami bawa ke RS Jiwa untuk diobservasi, memastikan kejiwaannya,” pungkasnya.

Kades Madya Mulya, Suwardi mengaku sangat kaget atas kejadian tersebut. “Sejauh ini kita tidak pernah mendengar keluarga tersebut ada masalah atau ribut-ribut. Pak Edi (korban, red) juga gak ada masalah,” katanya.

Suwardi mengakui yang bersangkutan pernah masuk rumah sakit jiwa. “Suka ganggu anak orang dan lain-lainnya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Sumatera Ekspres

Rekomendasi Berita