oleh

Pernah Digaji dengan Bahan Pokok

Alamsyah, 17 Tahun Menjadi Anggota Linmas

Menjadi Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), sudah dijalani Alamsyah sejak 17 tahun lalu. Lantas, apa suka dukanya dalam mengemban amanah ini ?

Laporan Daulat, Taba Jemekeh

Dipercaya untuk menjaga atau melindungi masyarakat dengan menjadi anggota Linmas (dulunya bernama Hansip, red) tampaknya tidak semudah yang dibayangkan.

Beberapa suka duka kerap mewarnai kehidupan dan pengabdian mereka.

Dalam bertugas, tak jarang mereka mendapat ejekan dan cemooh, dari beberapa warga terhadap para Linmas, yang setiap harinya bekerja menjaga keamanan kantor kelurahan atau warga punya hajat.

Hal ini yang diungkapkan Alamsyah, saat saya bincangi mengenai apa suka dukanya setelah menjadi anggota Linmas selama 17 tahun yang lalu. Ia menjadi anggota Linmas di Kelurahan Taba Jemekeh, terhitung dari tahun 2000 lalu.

“Meskipun dulu itu saya pernah diejek sebagai tentara plastik, tapi pengabdian saya kepada masyarakat bisa dipertanggung jawabkan. Tidak apa-apa, karena pandangan masyarakat itu berbeda-beda,” terangnya

Ia berniat menjadi anggota Linmas, karena ingin memelihara dan meningkatkan kondisi dan tata tertib di lingkungan masyarakat.

“Membantu masyarakat menanggulangi dan mengurangi akibat yang ditimbulkan oleh gangguan keamanan, dan bencana alam yang dapat mengakibatkan kerugian jiwa dan harta benda tentunya,” ungkapnya.

Membina masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum, daya tahan serta daya lawan masyarakat dalam mencegah dan menghadapi segala macam pelanggaran dan kejahatan, selalu ia lakukan selama menjabat sebagai anggota Linmas.

“Untuk gaji kalau dari Pemkot tidak ada. Hanya diberikan dari pihak kelurahan secara suka rela. Terkadang uang, kadang bahan pokok untuk makan seperti beras, gula dan alat dapur lainnya setiap bulan,” ungkapnya.

Saat ini Alamsyah mempunyai anak empat satu laki-laki, tiga perempuan dan istri bernama Salbiya. (CW02)

Komentar

Rekomendasi Berita