oleh

Permudah Layanan Manfaatkan Teknologi Digital

Catatan HUT ke-51 BPJS Kesehatan

Senin (15/7) pagi, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 BPJS Kesehatan. Momen itu ditandai dengan upacara sekaligus pemotongan tumpeng oleh keluarga besar BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau. Apa saja capaian BPJS pada usia yang cukup matang ini.

Laporan Sulis, Lubuklinggau

LINGGAU POS ONLINE – SEJUMLAH tantangan yang saat ini dihadapi dalam penyelenggaraan program JKN-KIS terjawab melalui langkah inovatif. Yakni pemanfaatan teknologi digital. Hal ini selaras dengan tuntutan Era Revolusi Industri 4.0 yang mengedepankan otomasi dan digitalisasi.

Pernyataan ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Lubuklinggau, Eka Susilamijaya dalam upacara peringatan HUT ke-51 BPJS Kesehatan, kemarin.

Pemanfaatan teknologi digital yang dimaksud yaitu verifikasi digital klaim atau Vedika di FKRTL, implementasi sistem biometric dan multi-factor authentication pada fasilitas kesehatan melalui fingerprint. Sementara dari sisi pelayanan kepada peserta, proses otomasi dan digitalisasi telah dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Penanganan Pengaduan (SIPP) yang terintegrasi serta Mobile JKN. Diharapkan, inovasi-inovasi yang dilakukan terhadap proses otomasi ini dapat memberikan kemudahan serta kepastian layanan kepada peserta, provider dan pihak terkait.

Ia menjelaskan, beberapa yang telah dicapai boleh dikatakan fantastis. Salah satunya, dalam kurun waktu yang cukup singkat, BPJS Kesehatan mampu melaksanakan penyelenggaraan jaminan kesehatan yang saat ini sudah mencakup lebih dari 222,6 juta peserta.

“Hal ini tentu membanggakan mengingat beberapa negara seperti Jerman, Jepang, Belgia, Austria dan negara lainnya memerlukan waktu hingga puluhan tahun untuk mewujudkan cita-cita mulia ini,” imbuhnya.

Tidak berhenti pada capaian jumlah peserta yang menjadikan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan sosial kesehatan terbesar di dunia, tapi sepanjang perjalanan ini pula, setiap tahunnya, kepesertaan JKN-KIS terus meningkat. Pada tahun pertama penyelenggaraan Program JKN-KIS, tercatat jumlah peserta JKN-KIS adalah 133,42 juta. Hingga kini, per 05 Juli 2019 Kepesertaan JKN-KIS telah mencapai lebih dari 222,6 juta jiwa.

Selain itu, papar Eka, 2019 BPJS Kesehatan kembali mencatatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) untuk laporan keuangan tahun 2018. Predikat ini merupakan predikat kelima yang diraih sejak BPJS Kesehatan beroperasi dan predikat ke-27 sejak PT Askes (Persero).

Selain itu, pemanfaatan layanan kesehatan sampai dengan tahun 2018 telah mencapai 874,1 juta atau rata-rata pada tahun 2018 sebanyak 640.822/hari kalender. Selain itu, juga meraih sejumlah penghargaan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada BPJS Kesehatan selama tahun 2018 di antaranya penghargaan dari International Social Security Association (ISSA) terhadap 9 (Sembilan) inovasi, 3 (tiga) inovasi di antaranya mendapatkan Special Mention. Bahkan juga dapat penghargaan sebagai The Best Company in Asia and Turkey 2018 Category Government Company dalam ajang Indonesia Turkey Global Leaders Award 2018.(*

Rekomendasi Berita