oleh

Permintaan Murid SD Baitul Ala tak Digubris

LUBUKLINGGAU – Pertengahan September 2018, ratusan murid SD Islam Baitul Ala pernah melakukan aksi demonstrasi. Meminta oknum yang mengklaim memiliki tanah Baitul Ala menghentikan pembangunan benteng pembatas. Sebab hal itu mengganggu aktivitas para murid.

Namun, sepertinya permintaan murid SD Islam Baitul Ala itu tak dihiraukan oknum pengklaim pemilik tanah. Pantauan Linggau Pos, Minggu (6/9) sore pagar beton setinggi lebih kurang 2 meter sudah dibangun di lahan yang terletak di Jl SMB II, Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Akibatnya, para murid yang hendak ke sekolah, harus memutar melalui Kampus STAI Bumi Silampari, baru bisa masuk sekolah.

Ketua STAI Bumi Silampari, Ngimadudin mengatakan Selasa (8/1) selepas Zuhur bakal ada pertemuan khusus antara Ketua Yayasan Baitul Ala, Hj Aminah dengan beberapa pihak termasuk dirinya.

“Kami tidak bisa melakukan perlawanan yang berarti. Yang kita bisa ya doa dan musyawarah. Semoga saja ikhtiar kami dipermudah Allah SWT. Karena tanah ini bukan untuk mencari keuntungan. Melainkan untuk pendidikan anak-anak SD,” jelas Ngimadudin, Minggu sore.

Sementara KU, sebagai perwakilan oknum yang mengklaim sebagai pemilik tanah menjelaskan, pihaknya memiliki surat menyurat yang jelas.

“Untuk apa harus kasihan dengan Baitul Ala. Harusnya kasihan dengan pihak kami. Karena bangunan mereka masuk ke tanah pihak kami,” tutur KU saat diwawancara kemarin.

Ia mengklaim, tanah milik oknum inisial DD itu seluas 3 hektare 500 meter.

“Soal pembangunan ya lanjut terus. Saya nggak mau komentar banyak. Karena ini urusan Pak DD dengan Yayasan Baitul Ala,” terangnya singkat.

Sebelumnya Ketua Yayasan Baitul Ala, Siti Aminah menyesalkan, pihak DD mengklaim memiliki surat tanah. Namun sepanjang 2018 ia belum pernah melihat langsung surat itu. Padahal Hj Aminah meminta pihak DD menunjukkan bukti surat itu kepadanya.

“Awalnya mereka mengatakan hanya membangun tiang-tiang saja hanya sebagai bukti kepemilikan, tetapi ternyata mereka membuat beton pagar. Ini buktinya,” tutur Aminah.

Ibu yang telah renta itu tampak sedih. Bahkan ia sudah membangun musala untuk muridnya agar bisa beribadah. Uang puluhan juta telah dikeluarkannya untuk membangun musala itu. Tujuannya hanya satu, untuk menjadikan muridnya manusia yang takut pada Allah SWT dan mentaati perintahNya. (lik)

Rekomendasi Berita