oleh

Peringatan HUT IBI ke-68

Tingkatkan Pelayanan Kepada Ibu dan Anak

LINGGAU POS ONLINE MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada 2019 ini, IBI Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengadakan seminar dengan tema Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan. Seminar ini dilaksanakan Sabtu (20/7) di Hotel SMart Kota Lubuklinggau.

Ketua IBI Kabupaten Mura Hj Suwarti terlihat akrab, ketika memberikan bingkisan kepada perwakilan ranting IBI di wilayah Kabupaten Mura. Dalam acara peringatan HUT ke-68 IBI, Sabtu (20/7) di Hotel SMart, Kota Lubuklinggau.

Seminar acara puncak, karena sebelumnya IBI Kabupaten Mura telah melakukan berbagai kegiatan, seperti anjang sana dan bakti sosial.

Hadir dalam acara ini Bupati Mura H Hendra Gunawan,  Ketua IBI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Siti Aisyah, Penasihat IBI Provinsi Sumsel Hj Marlis,  Ketua IBI Kota Lubuklinggau Nurmalina,  pengurus PPNI Mura H Rummulyadi serta Narasumber Seminar di H Firmansyah Basir serta tuan rumah Ketua IBI Mura sekaligus Wakil Bupati Mura Hj Suwarti.

Ketua IBI Kabupaten Mura Hj Suwarti, Ketua IBI Provinsi Sumsel Hj Siti Aisyah,  Penasihat IBI Provinsi Sumsel Hj Marlis,  Ketua IBI Kota Lubuklinggau Nurmalina. Foto bersama Bupati Mura H Hendra Gunawan, didampingi Ketua TP PKK Mura Hj Noviar Gunawan, pengurus PPNI Mura H Rummulyadi serta narasumber seminar di H Firmansyah Basir, Sekretaris Dinkes Mura M Nizar. dalam acara peringatan HUT ke-68 IBI, Sabtu (20/7) di Hotel SMart, Kota Lubuklinggau

Hj Suwarti menjelaskan bidan diakui sebagai tenaga kesehatan profesional yang bertanggung jawab, yang bekerja serta menjalin kemitraan dengan perempuan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Jadi, bidan memiliki peran penting dalam meningkatkan akses perempuan terhadap pelayanan kebidanan berkualitas yang menjadi fokus upaya global termasuk Indonesia untuk mewujudkan hak setiap perempuan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik selama kehamilan, persalinan, dan kesehatan reproduksi perempuan termasuk keluarga berencana serta bayi dan balita.

IBI didirikan pada 24 Juni 1951 di Jakarta, dan saat ini IBI telah berkembang dengan baik, hal ini ditandai dengan telah adanya 34 pengurus Daerah (Tingkat Provinsi), 509 Pengurus Cabang (Tingkat Kabupaten/kota) dan 3728 Pengurus Ranting (Tingkat Kecamatan/Unit Pelayanan/Pendidikan), jumlah Anggota IBI di Kabupaten Mura 550 orang.

Berbagai tantangan ke depan harus di hadapi, baik yang datang dari dalam maupun dari luar organisasi, antara lain jumlah anggota semakin bertambah dengan kualitas lulusan yang bervariasi, perlu penanganan secara khusus dalam rangka menghadapi liberalisasi pelayanan kesehatan dalam era globalisasi. Untuk itu 1B1 perlu melakukan konsolidasi ke dalam dan advokasi kesemua stakeholder terkait untuk penguatan profesi dan menyiapkan anggota dalam menghadapi tantangan tersebut.

Dalam rangka menjaga kompetensi anggota untuk memberikan pelayanan kebidanan berkualitas, IBI melaksanakan sistem pendidikan berkelanjutan bagi bidan sebelum melakukan re-registrasi STR, hal tersebut amanat Undang-Undang (UU) No.36/2014 tentang Tenaga Kesehatan. Berdasarkan ketentuan dalam UU Tenaga Kesehatan tersebut, disebutkan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Tenaga Kesehatan yang mana bagi Bidan dilakukan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) dan sekarang berganti menjadi Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI).

“Mari, dengan kecintaan terhadap profesi kita ini marilah bersama-sama kita jaga, kita rawat, kita tumbuh kembangkan. Sehingga IBI menjadi organisasi yang bermartabat diakui secara nasional dan internasional,” ujarnya. (aku)

Rekomendasi Berita