oleh

Peringatan Hari Pahlawan ke-72, Bantu Istri Pejuang Kemerdekaan

SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan RI ke-72. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Sosial (Dinsos) memperingati upacara Hari Pahlawan yang berlangsung di lapangan bola kaki Kelurahan Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Jumat (10/11).

Dalam peringatan Hari Pahlawan diawali dengan upacara bendera, dilanjutkan dengan ziarah ke makam pahlawan Trisatria Bhakti Kabupaten Muratara.

Peringatan Hari Pahlawan dihadiri Ketua DPRD kabupaten Muratara, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) para pejabat sipil maupun TNI-Polri, para ulama, kiai, para sesepuh, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, pengurus dan keluarga besar para pejuang serta tamu undangan lainnya.

Begitu juga hadir para kepala OPD di lingkungan Pemkab setempat, tim penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan dan organisasi wanita tingkat daerah, masyarakat dan peserta upacara terdiri sari berbagai unsur.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat selaku pembina upacara membacakan amanah tertulis Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Parawangsa.

Dalam isi sambutannya Mensos, mengingatkan kembali bahwa setiap tanggal 10 November , Bangsa Indonesia, memperingati Hari Pahlawan sebagai momentum reflektif atas pengorbanan para Pahlawan Kusuma Bangsa dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan dan dilanjutkan dengan mengisi kemerdekaan.

Peringatan Hari Pahlawan, sebagai bangsa yang besar, bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya, yang diharapkan pula menumbuh kembangkan, nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat kepahlawanan adalah semangat persatuan yang bulat mutlak dengan tiada pengecualian sesuatu golongan dan lapisan semangat kepahlawanan membentuk dan membangun Negara’.

Sejalan dengan orientasi Trisakti tersebut, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden H. M. Yusuf Kalla hadir dengan menawarkan visi transformatif , yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut, telah dirumuskan sembilan agenda prioritas kedepan yang disebut nawacita, bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah, ranah mental kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik.

Gerakan hidup baru adalah gerakan revolusi mental untuk menggembleng manusia Indonesia ini, menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemampuan baja, bersemangat elang rajawali berjiwa api yang menyala-nyala.

Sementara itu Kadinsos Kabupaten Muratara, H Zainal Arifin Daud mengatakan kegiatan upacara dan tabur bunga ke makam pahlawan ini setiap tahun dilaksanakan.

Dalam momen ini diberikan juga bantuan berupa tali asih kepada pejuang veteran sebagai penghargaan pemerintah terhadap pejuang perintis kemerdekaan berupa uang dan sandang yang diterima oleh janda veteran sebanyak 10 orang. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita