oleh

Lansia Jangan Konsumsi Obat Tanpa Resep Dokter

LINGGAU POS ONLINE – Hari Lansia Nasional diperingati setiap 29 Mei. Kemeriahannya diselenggarakan Lembaga Lanjut Usia (LLI) Kota Lubuklinggau, Jumat (26/7). Banyak pesan positif yang penting dibagikan pada publik. Terutama agar bisa jadi lansia yang sehat dan tetap produktif.

Laporan Sulis, Lubuklinggau

TAMAN Kurma, Kompleks Masjid Agung As-Salam dipenuhi ratusan lansia. Mereka datang dari delapan kecamatan yang ada di Kota Lubuklinggau. Sejak pukul 06.30 WIB, mereka memadati lokasi depan Air Mancur Menari. Lalu senam jantung sehat bersama.
Usai acara, mereka bersilaturahmi dengan agenda yang dikonsep penuh kekeluargaan. Berlangsung santai namun penuh keakraban.

Acara yang diselenggarakan LLI ini dihadiri Ketua LLI Kota Lubuklinggau, H Ahmad Baidjuri Asir. Lebih istimewa karena dihadiri Walikota Lubuklinggau diwakili Sekda Kota Lubuklinggau H Rahman Sani, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) H Tarmizi, Ketua BAZNas Lubuklinggau H Rizali Wazier, Ketua Harian Yayasan Jantung Indonesia Kota Lubuklinggau dr H Mast Idris dan masih banyak lagi.

H Baidjuri Asir menerangkan diperingatinya Hari Lanjut Usia ini sebagai wujud perhatian pemerintah dalam mewujudkan lanjut usia yang mandiri, sejahtera dan bermartabat, sebagaimana tertuang dalam strategi nasional kelanjutusiaan. Agar tetap sehat dan produktif meski sudah lansia, ayah Rina Prana itu berpesan agar para lansia menjadikan agama sebagai landasan utama.

“Doa itu adalah energi yang sangat luar biasa, jika difungsikan maka akan terasa dalam kehidupan kita,” tuturnya.

Kedua, selalu berpikiran positif. Dengan begitu, hati dan pikiran bisa selalu bersih.

“Allah SWT kan bilang, Allah akan mengikuti sesuai prasangka hambaKu. Maka berpikir positiflah. Ikhlas saja apapun ketentuan yang kita terima. Yakini dalam hati, semua kehendak Allah SWT, dan pasti ada hikmah dibalik semua kejadian. Yakin saja,” imbuhnya.

Ketiga, dikatakannya harus dapat mengelola diri.

“Kita harus mulai mengukur diri. Misalkan dahulu biasa makan makanan berkuah santan. Sekarang mulai dikurangi porsinya. Saya sekarang kalau makan lauk bersantan, jangan dihangatkan kedua kalinya. Karena itu yang tidak bagus untuk kesehatan. Sebenarnya, kalau makanan itu diolah dengan minyak kelapa aman. Tapi kalau minyak dari kelapa sawit itu yang kadang kurang bagus,” jelasnya.

Ia juga meminta rekan-rekan lansia, membiasakan konsumsi buah. Seperti pisang dan alpukat. Kalau sayur, yang terbaik dan aman adalah pare dan buncis.

“Usia saya sekarang 73 tahun. Saya berdoa bisa panjang umur. Dan mengisi waktu dengan hal-hal yang produktif dan bermanfaat,” imbuh mertua H SN Prana Putra Sohe ini.

Hal senada disampaikan Ketua Harian Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Lubuklinggau, dr H Mast Idris menyarankan, dari sisi kesehatan, agar lansia tetap sehat harus menjaga pola makan.

“Kalau di YJI itu, ada program SEHAT. S-nya seimbang gizi. E –nya enyahkan rokok. Jauhi perokok aktif maupun mendekati perokok (perokok pasif). Karena semua itu membahayakan diri dewek dan orang lain. H- hindari stres dengan olahraga dan silaturahmi. A- awasi tekanan darah. Dikontrol terus karena normalnya tekanan darah itu120/80. Jangan sampai tekanan darah tinggi, karena kalau sudah darah tinggi, bisa sakit jantung, dan stroke. Caranya olahraga jantung sehat,” jelasnya.

Sementara T-nya, teratur, terukur, dan berirama.

“Jadi Senam Jantung Sehat itu teratur. Minimal seminggu 5 kali olahraga, dengan durasi 30-60 menit,” jelas dr Mast Idris.

Bapak yang pernah memimpin Rumah Sakit Siti Aisyah itu menjelaskan, orang dengan usia 60 tahun ke atas rawan keluhan darah tinggi dan diabetes.

“Makanya, jangan mudah minum obat. Kalau mau konsumsi obat, usahakan dengan resep dokter. Sebab obat-obat itu ada yang menumpuk di hati, ginjal dan lambung. Akhirnya menyebabkan penyakit juga,” terangnya. (*)

Rekomendasi Berita