oleh

Perdalam Ilmu Manajemen, Suami Istri Kompak Kuliah S2

”MENCARI ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. Berikut arti dari Hadits Riwayat (HR) Ibnu Abdil Barr. Hal ini pula yang memotivasi Anton Darmawan, Yessi Kalair dan Giat Kurniawan untuk melanjutkan studi Pasca Sarjana. Gelar Magister Manajemen Bidang SDM resmi mereka sandang usai mengikuti Sidang Senat Terbuka Universitas Terbuka di UT Convention Centre Pondok Cabe, Jakarta, Selasa (13/11).

“Saya dan istri (Yessi Kalair) lulus Fakultas Pertambangan Universitas Sriwijaya (Unsri) tahun 2003, sejak itu sebenarnya sudah sangat ingin melanjutkan Strata Dua (S2). Namun terkendala dengan waktu dan tempat kerja yang jauh. Hanya saja, ternyata Allah SWT memudahkan jalan kami untuk menuntut ilmu. Jadi kami lanjut S2 ini bukan mendapat gelar saja,” tutur Anton Darmawan, yang kini bertugas sebagai Manager Engineering Services Perusahaan Tambang Batubara PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), Kantor Pusat di Jakarta.

Erwan Sofyan (paling kanan) bersama sang istri Kalsumiati foto mendampingi anak-anaknya yang telah meraih gelar Magister Manajemen Bidang SDM.

Terlebih yang berhubungan dengan managemen, dan menurut Anton ilmu yang didapatnya selama kuliah erat kaitannya dengan tugasnya sebagai Manager Perusahaan.

“Jadi kami memilih Jurusan Managemen Bidang Sumber Daya Manusia ini, selain untuk mendukung karier, juga agar kami lebih paham tentang managemen yang lain. Karena selain SDM, saat kuliah itu juga dipelajari Managemen Keuangan, Managemen Operasi dan pemasaran. Jadi insya Allah ilmunya sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Anton tak menyangkal, selama kuliah S2 ini banyak kesulitan yang harus dilalui.

“Iya, kesibukan yang luar biasa. Apalagi istri, selain abdi negara, juga ngurusin Twin’s Kitchen. Selain itu, dia juga harus mengurus si kembar tanpa ada saya. Tapi karena sudah diniatkan, ya kami saling kasih semangat satu sama lain. Saya bersyukur, karena istri saya punya optimisme yang besar. Sekalipun dia sibuk dengan tugas, juga seorang ibu, tapi soal pendidikan tetap nomor satu. Kita ingin menjadi contoh bagi anak-anak kita kelak” imbuh Anton.

Anton, Yessi, maupun Giat menjatuhkan pilihan kuliah Pasca Sarjana di Universitas Terbuka (UT). Menurut Anton, hal itu dikarenakan pertimbangannya masalah waktu dan status.

“Jadi UT itu perguruan tinggi yang statusnya negeri. Disamping itu akreditasinya juga sudah A. Selain itu kami tidak harus ke kota besar. Jadi kami kuliahnya sistem online, tatap muka tiap sebulan sekali, dan dosennya diundang ke Lubuklinggau. Mahasiswa UT UPBJJ Palembang dari Kota Lubuklinggau ada 28 orang,” jelas Anton.

Jadi menurutnya, mengambil kuliah di UT sangat cocok bagi pegawai maupun karyawan yang sibuk.

Soal penyusunan tesis, Anton mengaku sempat gelabakan. Sebab, banyak dirombak semuanya dari nol. Belum lagi harus revisi sana sini.

“Sempat putus asa juga. Apalagi saya harus dinas ke Kalimantan sehingga harus bolak-balik ke Kalimantan, Jakarta dan Lubuklinggau. Tapi istri terus menyemangati. Jadi ya jalani saja. Akhirnya, setelah selesai, terbalas semua dengan nilai yang memuaskan. Apalagi istri saya, Yessi mendapat IPK 4.0 (cumlaude),” terang Anton yang mencapai predikat cumlaude.

Dalam tesisnya, Anton Darmawan khusus meneliti tentang Pengaruh Sosial Ekonomi, Sosial Budaya dan Kesehatan Masyarakat di Lingkungan Tambang Terhadap Kinerja Pegawai Program CSR PT. Dwinad Nusa Sejahtera.

Di akhir perbincangan, Anton mengungkapkan rasa syukurnya atas barokah yang selalu Allah SWT berikan kepada semua yang telah mensupportnya terutama Istri dan anak-anak. Ia juga sangat berterima kasih atas dukungan orang tua, H. Erwan Syofyan, S.Sos dan Hj Kulsumiati.

“Terima kasih atas doa Papa dan Mama yang tak pernah putus. Menjadi pelapang jalan untuk menggapai mimpi kami. Semoga keduanya senantiasa sehat,” harap Anton.(lik)

News Feed