oleh

Perdagangan Manusia Menjadi Isu Semua Pihak

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Isu perdagangan manusia pada saat ini sudah menjadi perhatian khusus dari semua pihak. Bahkan sudah menjadi perhatian Dunia Internasional, termasuk di Kabupaten Empat Lawang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Empat Lawang Agus Rahmad Basuki, di aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Kamis (12/7).

Saat menyampaikan sambutannya di acara sosialisasi Peningkatan strategi dan optimalisasi upaya pencegahan dan penegakan hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam rangka meminimalisir jumlah korban (TPPO) ia menjelaskan, isu perdagangan manusia sudah menjadi perhatian dari berbagai pihak, dan ini merupakan pelanggaran HAM, dan para pelaku sudah membantu jaringan terselubung sehingga sulit untuk dilacak.

Yang menjadi korban perdagangan manusia tersebut, kebanyakan para wanita dan anak-anak. Dan ini dapat membuat trauma bagi para korban perdagangan manusia tersebut.

“Dan ini membuat trauma bagi para korban dan berdampak dengan psikologisnya,” jelasnya.

Makanya, lanjut Agus, kegiatan Sosialisi ini diadakan, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TPPO di Empat Lawang ini.

“Untuk pesertanya itu dari PKK, Kades, Toga, Tomas Karang Taruna yang ada di Empat Lawang ini. Sedangkan Narasumbernya itu dari Kajari Empat Lawang dan Polres Empat Lawang,” lanjut Agus.

Sementara itu Bupati Empat Lawang, H. Syahril Hanafiah melalui Asisten 1, Rahmad Riandy mengatakan, TPPO ini sudah meresahkan masyarakat, dan sudah memasuki sendi-sendi di kehidupan sehari-hari.

“TPPO ini sudah sangat meresahkan, dan sudah memasuki sendi-sendi di kehidupan kita, dan ini adalah tindakan melanggar HAM,” kata Rahmad Riandy saat menyampaikan sambutannya.

Diakui Riandy, TPPO ini membidik para perempuan dan anak-anak. Karena perempuan dan anak-anak bisa dimanfaatkan.

“Perempuan digunakan sebagai alat “Maaf” PSK, dan juga dijadikan sebagai TKW di luar Negeri sana. Nah untuk anak-anak biasanya dijadikan pengemis jalanan dan itu sangat meresahkan,” ucapnya.

Untuk di Empat Lawang sambung Riandy, kebanyakan di kasus TKW, dengan minimnya informasi banyak wanita di Empat Lawang ini berangkat ke luar negeri tidak melalui pemerintah tapi secara ilegal.

“Saya tegaskan jika ada ditemukan TPPO segera melapor ke pihak yang berwajib, dan saya harap para peserta mengerti tentang TPPO ini, sehingga dapat meminimalisir minimal menjaga keluarga kita sendiri,” tegasnya.

Dia menghimbau kepada anak-anak kalau ada maslah curhatlah dengan keluarga dan orang tua, karena zaman sekarang ini dapat lihat anak-anak kalau ada masalah mereka Curhat dengan Google dan Facbook.

“Kami juga berharap setelah ini dapat menyampaikan informasi ke masyarakat agar kita dapat meminimalisir TPPO ini minimal di desa dan kelurahan kita masing-masing,” lanjutnya. (10)

Rekomendasi Berita