oleh

Perda Wajib Diterpakan Dengan Maksimal

Eksekutif Harus Tegas

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Peraturan Daerah (Perda) yang sudah disahkan oleh DPRD, kembali dipertanyakan penerapannya. Pasalnya, dinilai belum diterapkan secara maksimal.

Seperti kali ini yang dipertanyakan, Perda terkait tempat hiburan. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Suyitno saat menanggapi bisnis prostitusi yang semakin marak. Hal ini lantaran maraknya panti pijat berkedok warung kopi, sampai ‘cafe’ yang hanya membuka layanan malam hari.

“Semua tinggal ketegasan dari pemerintah, karena Perda yang mengatur mengenai tempat hiburan sudah kita bahas,” tegas Suyitno.

Seperti tempat-tempat hiburan, yang sudah tidak menjadi rahasia umum lagi kalau diduga ada kegiatan prostitusi. Ia yakin tidak akan menjamur, ketika aturan yang sudah dibuat dijalankan dengan maksimal.

“Karena semuanya sudah diatur. Misalkan diatur harus tutup pukul 00.00 WIB atau 03.00 WIB, ya harus ditaati. Pengawasan dari aparat yang diberikan kewenangan harus lebih ketat, sesuaikan dengan yang diatur di dalam Perda,” lanjutnya.

Sayangnya dilanjutkan politisi PDIP, penegasan untuk jam beroperasinya Warung Internet (Warnet) saja sampai saat ini belum bisa diterapkan.

“Karena belum adanya ketegasan. untuk pengaturan jam warnet, kedepan akan kita dorong untuk dibuatkan Perda. Namun kita berharap ketika sudah diatur melalui Perda, harus diterapkan secara maksimal. Agar tujuan dibuatkannya Perda tersebut, dirasakan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Murdianto saat dimintai tanggapan juga menegaskan kalau untuk mencarikan solusi terkait permasalahan ini, tentunya butuh ketegasan dari pemerintah.

“Karena sangat tidak sesuai dengan visi dan misi kita, untuk mewujudkan Lubuklinggau sebagai Kota Madani. Harusnya, bisa diminimalisir, ketika ada dugaan tempat-tempat prostitusi,” kata Murdianto.

Untuk mengatasi permasalahan ini juga Murdianto melanjutkan, bisa cukup dengan Peraturan Walikota (Perwal).

“Cukup dengan Perwal, namun yang tegas. Sehingga diharapkan bisa diminimalisir, atau dihilangkan sepenuhnya,” tegasnya.

Pihaknya prihatin, kalaupun masih ada tempat-tempat yang diduga ada aktivitas prostitusinya.

“Ya harapan kita, kedepan hal ini bisa diminimalisir oleh pemerintah,” ungkapnya. (13)

Rekomendasi Berita