oleh

Perda Anjal Belum Diterapkan

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Semakin maraknya Anak Jalanan (Anjal) dan anak punk yang meresahkan warga, membuat Ketua Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau. Zuibar kembali mendesak agar Perda Perda tentang pengendalian dan pembinaan Anjal segera disosialisasikan. Pasalnya, Perda menjadi salah satu solusi untuk mengurangi aktivitas Anjal dan anak punk.

Tidak hanya mereka, masyarakat pun ikut mendesak agar Perda Anjal segera diterapkan. Karena mereka juga meyakini, aturan ini menjadi satu-satunya solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Zuibar menegaskan, ketika Perda tidak segera disosialisasikan dan diterapkan, akan semakin banyak. Sementara saat ini, mereka seringkali memaksa ketika meminta uang kepada masyarakat. Bahkan beberapa, ada yang sampai ke rumah-rumah.

Ia pun sebelumnya sudah menyoroti masih banyaknya Anjal dan anak punk yang meresahkan warga. Ia juga sudah terus meminta pihak Sat Pol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau, untuk lebih gencar melakukan penertiban.

“Keluhan warga masih banyak. Bahkan anak punk saat ini sudah berani meminta-minta ke rumah. Kemudian Anjal yang juga semakin banyak, dan mangkal di lampu merah sampai malam hari. Artinya butuh tindakan yang konkret dan aktif. Harus lebih gencar dilakukan penertiban, jangan hanya sekali-sekali saja,” tegas Zuibar.

Belum diterapkannya Perda tentang pengendalian dan pembinaan Anjal, jangan menjadi alasan masih banyaknya anak punk atau Anjal.

“Karena kalaupun sudah di evaluasi, masih butuh proses sosialisasi sebelum diterapkan. Makanya, jangan dijadikan alasan. Yang perlu dilakukan, carikan solusi yang tepat. Salah satunya seperti yang saya tegaskan tadi, lakukan penertiban lebih giat dan gencar,” tegasnya kembali.

Tidak hanya Dinsos dan pihak Sat Pol PP, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini juga mengimbau agar masyarakat dan pemerintah setempat untuk turut andil dan peduli.

“Masyarakat bisa berkontribusi mengurangi mereka dengan tidak memberikan uang. Pemerintah setempat seperti Lurah dan Camat, tindak lanjuti keluhan warga yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan Anjal atau anak punk. Lakukan penertiban melalui personel Trantib mereka, atau tokoh masyarakat setempat,” ungkapnya.

Mereka yang berkeliaran di lokasi traffic light hingga malam hari. Hal ini mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya pengendara jalan.

“Kalau mengandalkan penertiban, sejak dulu sudah dilakukan oleh personil Sat Pol PP. Namun hasilnya tetap sama, Anjal dan anak punk kembali berkeliaran dan meresahkan masyarakat. Masyarakat tidak tahu apa kendala aturan tersebut belum diterapkan, namun masyarakat hanya ingin pemerintah tegas dalam menyelesaikan permasalahan ini. Ya salah satunya, segera terapkan aturan tersebut,” tegas Ana (38), warga Kelurahan Pasar Satelit.

Senada diungkapkan Nita (30), warga Kelurahan Kenanga yang juga mengaku pernah melihat rombongan anak punk ke rumah-rumah untuk meminta. Selain itu, memaksa menyetop pengendara mobil, untuk mendapatkan tumpangan.

“Kasihan yang punya rumah atau mobil, dipaksa oleh mereka,” tegasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita