oleh

Perbarui Konsep Mura Sempurna Cerdas

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto
“Mura Sempurna Cerdas saat ini, dilakukan dengan cara menetapkan indikator yang harus dicapai oleh satuan pendidikan. Jadi gerakannya kita mau lihat progres kerja nyata sekolah ….”

Fokus Pada Progres

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura) bakal segera merealisasikan hasil perbaruan konsep Mura Sempurna Cerdas. Program yang digalakkan dengan sistem sosialisasi itu rampung disosialisasikan tahun 2017.

“Iya, sosialisasi kan sudah. Ini tindak lanjutnya pun harus dilakukan dengan konsep yang jelas. Tahun lalu, jadi berbeda dengan 2017. Mura Sempurna Cerdas saat ini, dilakukan dengan cara menetapkan indikator yang harus dicapai oleh satuan pendidikan. Jadi gerakannya kita mau lihat progres kerja nyata sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto didampingi Kabid Pembina Pendidikan Dasar (Dikdas), Hartoyo, Rabu (10/1).

Sukamto mencontohkan, diantara indikator yang akan dicapai yakni sekolah sehat (menggandeng Dinas Kesehatan), sekolah hijau (menggandeng Dinas Lingkungan Hidup), Sekolah Ramah Anak (menggandeng BKBPP), juga dilakukan gerakan inspirasi.

Untuk gerakan inspirasi ini, Hartoyo menambahkan, Dinas Pendidikan Musi Rawas akan mengundang eksekutif muda atau orang sukses di suatu instansi, untuk berbagi ilmunya ke sekolah-sekolah.

“Jadi untuk satu kecamatan gerakan Mura Sempurna Cerdas dilakukan di beberapa titik. Kami bergerak dalam tiga kelompok. Bidang I –nya Pendidikan Non Formal, Bidang II-nya bagian Guru dan Tenaga Kependidikan, dan kami Bidang III Pendidikan Dasar, meng-handel Sekolah Sehat, Ramah Anak dan Kegiatan Belajar dan Bermain yang bekerja sama dengan Guru Program Indonesia Mengajar. Dengan cara menggali potensi lokal untuk menjadi sumber belajar,” jelas Hartoyo.

Ia menjelaskan, memang pada awalnya tidak semua sekolah langsung jadi pilot project masing-masing program. Disdik akan merapatkannya dengan camat, KUPT juga puskesmas.

“Jadi atas rekomendasi camat, KUPT, juga puskesmas inilah, nantinya sekolah-sekolah yang mana yang akan jadi pilot project-nya,” terang Hartoyo.

Pembinaan berkelanjutan dilakukan Disdik dan stakeholder yang bekerja sama terhadap sekolah pilot project.

“Nantinya, sekolah ini ketika sudah berproses bagus, maka diminta untuk mengimbaskan masukan-masukan yang diberikan Disdik, Dinkes, BKBPP, maupun Dinas Lingkungan Hidup ke sekolah imbas,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita