oleh

Perbanyak Syukur dan Introspeksi

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe
“Tahun baru jadikan momen untuk bersyukur, kalaupun mau melaksanakan kegiatan, rayakan dengan kegiatan-kegiatan yang sederhana”

Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti
“Banyak intropeksi diri, apakah selama ini masih banyak melakukan kesalahan ataupun kekurangan. Berbenah dan berusaha untuk bisa jadi pribadi yang lebih baik”

Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni
“Saya berharap seluruh masyarakat Muratara diberikan kesehatan dan keberkahan rizki…”

Bupati Lahat, H Aswari Rivai
“Saya memahami betapa euforia masyarakat merayakan malam pergantian tahun begitu antusias. Namun saya minta tidak berlebihan, dan tetap menciptakan keamanan dan ketertiban bersama..”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengimbau kepada masyarakat, agar malam pergantian tahun baru dirayakan dengan sederhana. Lebih diutamakan memperbanyak syukur dan introspeksi diri.

“Jadikan momen untuk memperbanyak bersyukur atas apa-apa yang telah kita capai tahun 2017, kalaupun mau melaksanakan kegiatan, rayakan dengan kegiatan-kegiatan yang sederhana,” kata imbau Nanan, Sabtu (30/12).

Selain mengimbau untuk laksanakan kegiatan-kegiatan yang sederhana, suami Hj Yetti Oktarina Prana ini mengajak semua pihak untuk mengintropeksi diri.

“Selain memperbanyak bersyukur, jadikan pergantian tahun untuk mengintroprksi diri. Apa yang belum dilakukan, agar bisa dilakukan ditahun berikutnya,” jelasnya.

Senada diungkapkan oleh Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar yang mengajak masyarakat yang ingin memanfaatkan momen pergantian tahun baru dengan melaksanakan kegiatan, untuk melaksanakan dengan sederhana.

“Lakukan kegiatan, yang bernilai positif dan bermanfaat. Bila perlu, lakukan pengajian sebagai wujud syukur kita. Kalaupun ingin melaksanakan kegiatan, lakukan yang se-sederhana mungkin,” ungkapnya.

Di malam pergantian tahun baru pun, di beberapa lokasi yang menyelenggarakan kegiatan akan dipantau.

Sementara itu, ajakan untuk berbenah diri juga disampaikan Wakil Bupati Musi Rawas (Mura), Hj Suwarti.

“Apakah selama ini masih banyak melakukan kesalahan ataupun kekurangan ya ayok dibenahi. Setidaknya dengan bergantinya tahun bukan membawa dampak negatif atau buruk bagi kita. Namun, sebaliknya dampak lebih baik. Mungkin yang dulunya khusus beragama Islam jarang melaksanakan salat untuk ditahun ini, kualitas ibadah salatnya lebih baik,” jelas Hj Suwarti.

Ia juga mengingatkan warga Musi Rawas hindari melakukan pesta-pesta yang membawa dampak negatif.

“Akan lebih baik, diisi dengan banyak beribadah dan berdoa sebab hidup di dunia ini hanya sementara. Karena semakin bertambahnya tahun maka semakin bertambah usia,” ucapnya.

Disinggung mengenai apakah sudah ada rangkain kegiatan pemkab Mura bertepatan dengan perayaan tahun baru?

“Untuk saat ini belum ada. Namun pasti ada, hanya kembali lagi akan lebih baik melaksanakan perbuatan positif salah satu contoh para pegawai dilingkungan Pemkab Mura untuk tetap meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas salah satunya kehadiran disetiap kantor,” jelasnya lagi.

Tak hanya kepala daerah di Lubuklinggau dan Mura, Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni (HDS) pun memiliki pengharapan khusus saat datangnya tahun 2018. Dirinya berharap seluruh masyarakat Kabupaten Muratara diberikan kesehatan, keberkahan rizki.

“Kita terus berbenah dalam kesatuan untuk masa depan para penerus kita,”ucapnya, yang juga disampaikan melalui Akun Facebook pribadinya, Sabtu (30/12).

Selain itu, HDS berharap tahun 2018 mendatang tidak ada lagi aksi demonstrasi yang menutup jalan lintas.

“Masalah selalu ada, namum kita kedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikannya, Karena apabila jalan lintas ditutup maka bukan saja melukai kita semua masyarakat Muratara, tapi masyarakat lainnya yang menggunakan jalan lintas tersebut, “pesannya.

Pada kesempatan dipenghujung tahun 2017 ini, HDS mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh komponen, baik jajaran pemerintah, masyarakat atas segala support, kritik dan saran selama 12 bulan yang telah dilewati.

Lebih lanjut, sebagai pejabat publik dikabupaten tercinta ini, dalam menjalankan amanah bersama Pak Bupati, HM Syarif Hidayat tentu kurang, baik yang disengaja maupun tidak.

“Karena sebagai manusia biasa, tentunya penuh kekurangan dan keterbatasan, untuk itu secara pribadi saya mohon maaf setulus-tulusnya, begitu juga saya memaafkan kepada siapapun baik yang disengaja maupun tidak, “tuturnya.

*Sambut ‘Tahun Politik’, Aswari: “Hindari Money Politik”

Tahun baru 2018 mendatang merupakan ‘tahun politik’, dimana sejumlah pesta demokrasi berupa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota akan dihelat. Seiring dengan itu, dinamika politik pun diprediksi akan meningkat.

Terkait hal ini, Bupati Lahat H. Aswari Riva’i berharap agar Pilkada yang akan segera berlangsung di tahun 2018 dapat berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Bupati Lahat dua periode ini menyoroti kemungkinan tindak pelanggaran yang tidak diinginkan terkait Pilkada mendatang, terutama masalah ‘money politic’. Dimana, ia menandaskan agar politik kotor yang hanya akan mencederai demokrasi ini harus dihindari.

“Lahat bukan kali pertama menggelar Pilkada secara langsung. Tahun depan merupakan pilihan langsung yang ketiga kalinya dialami masyarakat Lahat. Sehingga, ‘money politic’ yang selama ini belum pernah terjadi di Pilkada langsung Lahat kedepan harus dihindari kemudian terjadi,” tandasnya, Sabtu (30/12).

Lagipula, sambung pria yang akrab disapa Kak Wari ini, praktik politik uang selain mencederai demokrasi, juga tidak mendidik secara politik. Dan pada akhirnya, masyarakat pun tidak merasa memiliki pemimpin yang dihasilkan oleh politik uang ini.

Di sisi lain, Aswari juga menegaskan bahwa siapapun nantinya yang akan terpilih, baik sebagai Gubernur Sumsel, maupun Bupati atau Walikota, merupakan putra-putri terbaik bangsa.

“Dan mereka harus kita dukung,” ucapnya.

Sementara itu, terkait malam perayaan pergantian tahun baru 2018, Kak Wari menghimbau agar masyarakat tidak merayakannya secara berlebihan, melainkan sewajarnya saja. Terlebih, perayaan malam pergantian tahun bukanlah hal yang wajib dilakukan.

“Ya saya memahami betapa euforia masyarakat merayakan malam pergantian tahun begitu antusias. Namun saya minta tidak berlebihan, dan tetap menciptakan keamanan dan ketertiban bersama,” harapnya. (02/07/16/09)

Komentar

Rekomendasi Berita