oleh

Perbaikan Kasie Lambat 150 Ha Mundur Tanam

375 Ton Beras Batal Produksi

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Perbaikan Saluran Irigasi Kasie I belum rampung, menyebabkan dua kelompok tani di Kelurahan Pelita dan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I mundur tanam. Sedikitnya 375 ton beras batal produksi di 2018, dari 150 Hektar are (Ha) sawah yang mundur tanam.

Awal September 2018 perbaikan Saluran Irigasi Kasie I baru selesai, akhir September petani di Kelurahan Pelita dan Kelurahan Kayu Ara baru mulai tanam. Panennya diprediksi Januari 2019, dengan estimasi panen 2,5 ton per Ha atau totalnya 375 ton beras.

“Hasil panen ini masuk dalam realisasi panen 2019, itu artinya di 2018 kita tidak memproduksi 375 ton beras,” kata M Arifin, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau kepada wartawan, Senin (20/8).

Diakui M Arifin, petani di Kelurahan Pelita dan Kayu Ara berencana memulai tanam padi awal Agustus 2018 dengan mgandalkan air hujan. Namun dibatalkan dengan pertimbangan cuaca tidak menentu, dan dikhwatirkan justru akan semakin membuat petani merugi. Sebagian lahan petani saat ini dimanfaatkan untuk menanam jagung, dan sayuran.

Untuk diketahui luas sawah di Kota Lubuklinggau saat ini 2245 Ha, sawah irigasi teknis ada 1945 Ha, di Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, dan Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Ada juga sawah tadah hujan ada 300 Ha, tersebar di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, dan Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Rata-rata sawah di Kota Lubuklinggau dua hingga tiga kali tanam, jadi luas sawah yang akan produksi ada 5318 Ha. Produksi gabah kering setiap tahunnya 4,7 ton per Ha, atau 24.994,9 ton atau 15 ribu ton beras. Dari target yang ditetapkan Kementrian Pertanian RI, 4,9 ton per Ha, atau 26 ribu ton gabah kering.

Menurut M Arifin, selama musim kemarau tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi beras di Kota Lubuklinggau. Apalagi masa tanam di Kota Lubuklinggau tidak serentak, sebagian petani di Kecamatan Lubuklinggau Utara I, yakni petani di Kelurahan petanang Ulu dan Ilir masuk masa panen. Sedangkan di Kelurahan Eka Marga masih proses penanaman.

Tj (50) salah seorang petani di Kelurahan Pelita, Kecamatan Lubuklinggau Barat I mengakui sebelumnya berniat menanam padi mengandalkan air hujan dan suplay dari irigasi Kasie I. Mengingat perbaikan Saluran Irigasi Kasie I akan selesai ia mengurungkan niatnya.

“Perbaikan Salurana Irigasi Kasie I ada beberapa titik, jadi wacanya minta dibukakan sedikit bendungannya agar air sedikit bisa masuk ke sawah kami. Tapi karena sudah mau selesai makanya dibatalkan,” ungkap Tj. (07)

Rekomendasi Berita