oleh

Perawat Tewas Mengejar Tes CPNS

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) tunggal terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Rompok Talang Puyuh, Desa Pedang, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Selasa (30/10) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban Pasni Aludi (27) warga Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kejadian tersebut terjadi beberapa jam menjelang korban akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Informasi dihimpun Linggau Pos, kejadian bermula Pasni Aludi mengendarai mobil Daihatsu Terios Nomor Polisi (Nopol) BG 1556 S warna hitam melaju dari arah Kecamatan Muara Beliti ke Kota Lubuklinggau. Tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) diduga mobil hilang kendali akibat jalan licin, sehingga menabrak gundukan tanah. Tak hanya itu, mobil yang dikendarai Pasni juga menabrak tiang listrik.

Akibatnya, Pasni langsung terpental dari pintu depan dengan keadaan mobil terbalik dalam posisi masih mengenakan sabuk pengaman (safety belt). Sehingga mengalami luka parah dan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Lantas, AKP Dhani Prasetya didampingi Kanit Laka, Iptu Sugito mengatakan ketika mendapatkan informasi adanya kejadian Lakalantas anggota Polantas langsung ke lokasi.

“Diduga jalan licin karena habis hujan, sehingga mobil hilang kendali,” kata Iptu Sugito.

Saat petugas tiba, langsung mengevakuasi korban dari kendaraan dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sobirin Muara Beliti.

“Kemudian, keluarga korban langsung membawanya pulang ke rumah duka di Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang. Sedangkan mobil yang dikemudikan almarhum dibawa ke hanggar Lakalantas Polres Mura di Muara Beliti,” tutup Sugito.

Berdasarkan informasi dihimpun di lapangan, korban merupakan satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara pasangan buah hati Burhan dan Kaspi. Kedua orang tua korban bekerja sebagai PNS di Kabupaten Empat Lawang. Bahkan, dua saudaranya perempuan yakni Devi dan Deby juga PNS. Jenazah korban tiba di rumah duka Kampung II, Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, sekira pukul 11.00 WIB. Namun, kedua orang tuanya sedang berada di Kota Palembang, berobat ginjal.

Menurut keterangan Amat (30) warga Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, korban jarang pulang kampung, karena bekerja sebagai perawat di RSUD Tebing Tinggi. Bahkan ia menduga korban berangkat dari Kecamatan Tebing Tinggi.

“Korban jarang pulang, dan ia berangkat dari Tebing Tinggi,” kata Amat.

Meskipun demikian, Amat cukup kenal dengan korban karena memang kediaman mereka tidak berjauhan.

“Orangnya ramah, kalau pulang kampung sering negur,” ungkapnya.

Kabar meninggalnya Pasni menjadi kabar duka bagi keluarga besar perawat yang bertugas di RSUD Empat Lawang.

Direktur RSUD Empat Lawang, dr Devi menerangkan, Pasni bertugas di bagian sal penyakit dalam sejak 3 tahun lalu.

“Pasni memang pegawai kita, ia memang sudah izin untuk mengikuti tes CPNS Kabupaten Empat Lawang dan lokasi tesnya di Kota Lubuklinggau,” jelas dr Devi.

Setelah mendapat kabar seorang pegawainya mengalami kecelakaan, manajemen RSUD Kabupaten Empat Lawang langsung menghubungi keluarga almarhum. Kemudian ikut melakukan penjemputan jenazah di RS Dr Sobirin dan mengantar ke keluarga di rumah duka.

Sementara Herbi, rekan kerja Pasni di RSUD Kabupaten Empat Lawang mengaku tidak menyangka tentang kejadian yang menimpa rekan sejawatnya tersebut. Ia mengenal korban sejak 2 tahun lalu, dan tidak sedikitpun menyangka temannya meninggal secepat itu. Bahkan menurut Herbi, Pasni dikenal baik dan tidak banyak ulah. (cw1/aku/cw2)

News Feed