oleh

Perampok Nekat Bacok Anggota Brimob

Incar Brankas

LINGGAU POS ONLINE, BELALAU 1 – Gudang Wings PT Sriwijaya Distribusindo Raya dibobol kawanan perampok, sekitar pukul 02.30 WIB, Rabu (22/11).Perampok yang terdiri dari delapan orang itu sepertinya sudah merencanakan aksi ini. Untuk membobol gudang di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I tersebut.

Dua security yakni Abdullah (22) dan Suliman (23) sama-sama warga Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kepala Gudang, Arifin (48) sempat disekap.

Sedangkan Danki 1 Detasemen B Pelopor Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumsel di Kota Lubuklinggau, AKP Ojang mengalami luka bacok diduga akibat Senjata Tajam (Sajam) karena sempat berkelahi dengan kawanan perampok.

Hasil informasi di lapangan, kejadian tragis itu terjadi bermula diduga sekitar pukul 02.20 WIB. Saat itu AKP Ojang baru saja tiba di lokasi setelah kembali dari rumah keluarganya di Lubuklinggau.

AKP Ojang menyempatkan diri mampir di Pos Satpam yang kebetulan mengetahui ada musala di sampingnya karena belum melaksanakan salat tahajud sebelum pulang ke asrama.

Sekitar pukul 02.30 WIB, diduga kawanan perampok masuk melalui pagar belakang, langsung menuju Pos Satpam lalu menodongkan Senjata Api Rakitan (Senpira), golok dan linggis.

Security diperintahkan untuk tiarap karena takut, security menuruti keinginan perampok akhirnya perampok mengikat security menggunakan tali rapia sekaligus melakban mulut kedua security.

Sedangkan AKP Ojang yang sedang melaksanakan salat di musala mendengar suara seperti orang bertengkar mencoba berlari menghindari kepungan pelaku ke arah samping pos. Namun terjatuh saat meloncat sehingga bahu tangan sebelah kanan terkilir.

Perampok langsung mengejar AKP Ojang. Diduga pelaku sempat membacok kepala bagian belakang sebelah kanan dan merampas senjata api yang dipegang oleh AKP Ojang. Sehingga AKP Ojang mengalami luka bacok dan luka lebam di area alis kanan. Perampok mengikat AKP Ojang dengan menutup wajah dengan bantal yang di ambil tersangka dari pos.

Diduga, sebelum membuka pintu kantor, kawanan perampok mengintip ruangan Kepala Gudang, Arifin dan membuka paksa pintu ruangan yang sedang tertidur. Setelah perampok berhasil memasuki ruangan Arifin, ia langsung diikat dan perampok meminta kunci kantor serta berangkas kepada korban.

Setelah melakukan pembekapan kepada korban, perampok langsung memecahkan pintu kaca, sekitar beberapa menit suara alarm berbunyi.

Sehingga mengejutkan para perampok dan lari berhamburan ke luar. Pada saat yang sama anggota Polsek Lubuklinggau Utara sedang patroli keliling. Mendengar alarm berbunyi, anggota langsung masuk ke dalam gudang dan membebaskan dua security, kepala gudang serta anggota Brimob, AKP Ojang.

Security PT Sriwijaya Distribusindo Raya, Abdullah mengatakan kawanan perampok berjumlah delapan orang itu menyekap dirinya bersama Suliman di Pos Satpam dan diancam akan dibunuh jika melawan.

“Kawanan perampok juga mendobrak kamar Kepala Gudang, Arifin lalu menyekapnya dan memaksa meminta kunci brankas PT Sriwijaya Distribusindo Raya, namun alarm berbunyi kencang saat perampok memecahkan kaca tempat brankas,” jelasnya.

Kaget mendengar alarm yang bunyi kencang, delapan perampok ini langsung kocar-kacir berlari, ada yang melarikan diri ke arah Belalau ada juga yang ke arah hutan.

AKP Ojang saat kejadian tengah Salat Tahajud di musola. Selesai salat saat keluar dari Musala langsung diserang oleh gerombolan perampok, bahkan sebelum dibacok pelaku, AKP Ojang sempat melawan namun terjatuh hingga tangannya patah sehingga tak bisa menarik atau ngokang senjata.

Sampai saat ini AKP Ojang masih menjalani perawatan intensif di Ruang Cempaka 1 RSUD Dr Sobirin karena mengalami luka gores diduga akibat benda tajam, di pelipis mata kanan, luka robek di bibir dan bahu kanan terkilir.

Sedangkan, Abdullah, Suliman dan Arifin langsung diperiksa dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau guna mengetahui kejadian sebenarnya. Selain itu, anggota penyidik juga sudah melakukan olah Kejadian Tempat Perkara (TKP).

Sementara Pengamat Hukum sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) DR Febrian berpendapat, mengenai kejadian itu berarti tingkat kerawanan di Lubuklinggau cukup memprihatinkan.

“Masyarakat harus bekerja sama dengan kepolisian. Itu sangat penting, seperti Bhabinkamtibmas dan pos ronda. Untuk kelurahan,tingkatkan lagi ronda malam walaupun itu di jalan lintas, karena titik rawan penodongan itu kebanyakan di jalan lintas,” ungkapnya

Untuk menciptakan rasa aman kepada pelaku usaha ataupun masyarakat pihak Polres Lubuklinggau meningkatkan lagi kegiatan patroli di tempat dan waktu yang dinilai rawan pelaku kejahatan beraksi. (16/CW02)

Komentar

Rekomendasi Berita