oleh

Perampok di Perumahan Kali Kesik Pemain Lama

Korban Sudah Lama Dibuntuti

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Seorang dari tiga tersangka perampokan di lingkungan perumahan Kali Kesik, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, belum tertangkap dan masih dilakukan pengejaran petugas.

Sementara dua tersangka yang sudah diringkus Selasa (29/5), Hidayat (32) dan Suhendri (21), terus dilakukan pemeriksaan pengembangan, diduga keduanya terlibat kasus kejahatan lainnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Maduransyah didampingi Kanit Pidum, Ipda Rizky, mengakui seorang tersangka lagi masih dilakukan penyelidikan sekaligus pengejaran.

“Identitas seorang tersangka lagi sudah kami ketahui, hanya saja masih menunggu waktu yang tepat untuk meringkusnya, ” kata Wahyu Maduransyah didampingi Rizky.

Dikatakan, Ipda Rizky dilihat dari gelagat dan cara tersangka bereaksi, mereka pemain lama. Para tersangka diduga banyak terlibat aksi kejahatan baik perkara Curat, Curas bahkan Curanmor.

Menurut pengakuan kedua tersangka, otak dari perampokan terhadap seorang Apoteker itu, adalah rekannya yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), peran kedua tersangka hanya membantu, begitu juga dengan barang hasil curian sepeda motor spin milik korban dibawa temannya dan diduga sudah dijual.

“Motor korban dibawa DPO, kuat dugaan sudah dijual, namun untuk daerah penjualannya pastinya diluar Kota Lubuklinggau, untuk jelas lebih daerahnya akan diketahui setelah DPO tertangkap,” ucap Kanit Pidum.

Ditambahkan Rizky, dari pengakuan tersangka bahwa lebih kurang satu minggu mereka membaca gerak-gerik korban dengan cara membuntutinya, sampai akhirnya para tersangka melancarkan aksinya.

Disinggung dari ketiga pelaku, siapa yang berusaha akan memerkosa korban? Sebenarnya dari pengakuan korban saat diinterogasi, korban tidak memberikan keterangan bahwa akan diperkosa, mungkin korban mengalami ketakutan ataupun trauma.

”Para tersangka awalnya dijerat pasal 363, karena ada tindak kekerasan maka dijerat pasal 365 dengan ancaman pidana sembilan tahun,” kata Rizky.(03)

Rekomendasi Berita