oleh

Perambahan Kayu Marak

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Perambahan hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) masih marak. Selain perambahan hutan untuk dijadikan perkebunan, juga diambil kayu yang memiliki nilai jual untuk kepentingan pribadi dari oknum perambah.

“Ada oknum mengambil kayu dan ada juga memanfaatkan untuk membuka lahan perkebunan, kebanyakan untuk perkebunan jenis kebun kopi,” jelas Staf TNKS Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Bengkulu-Sumatera Selatan (Sumsel), Insan Rhamdani, Jumat (9/2).

Dijelaskan Insan, luasnya lahan TNKS yang ada membuat petugas cukup kewalahan.

“Kita terus melakukan patroli dengan keterbatasan jumlah personel dalam luasan lahan TNKS yang ada,” katanya.

“Kalau ada yang tertangkap tangan tetap kami proses secara hukum, mereka yang tertangkap ini akan kami limpahkan ke penyidik Tipidter Polres Rejang Lebong untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga memaparkan, kerusakan hutan TNKS khususnya di Rejang Lebong terakhir dilakukan reboisasi tahun 2015.

Lahan yang direboisasi dengan tanaman dibantu pihak terkait dan masyarakat diharapkan bisa memulihkan fungsi hutan yang telah dirambah.

“Ada sekitar 3.500 hektare lahan yang telah direboisasi pada tahun 2015 lalu,” katanya.

Mengingat kerusakan hutan yang cukup mengkhawatirkan, Ia berharap kalangan masyarakat untuk sama-sama menjaga hutan TNKS agar bisa terjaga dan dilestarikan. (09)

Rekomendasi Berita