oleh

Penyetrum Ikan Terciduk

LINGGAU POS ONLINE, RAWAS ILIR – Oknum warga tak jera merusak habitat sungai. Seperti dilakukan oleh Yudi Alendra (33) dan komplotannya.

Pria ini terciduk. Ia terpaksa mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Rawas Ilir. Diduga Yudi menangkap ikan di sungai dengan cara menyetrum secara ilegal. Namun, seorang teman tersangka berinisial DN berhasil kabur saat hendak diringkus.

Tersangka Yudi tinggal di Dusun V, Desa Beringin Makmur, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Diringkus sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (18/3).

Informasi dihimpun, saat Satuan Petugas (Satgas) Forum Persatuan Peduli Aliran Sungai (FPPAS) Kabupaten Muratara sedang patroli di sepanjang aliran Sungai Rawas, Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir.

Melihat tersangka Yudi menggunakan perahu sedang menangkap ikan secara ilegal. Ia menyetrum bersama temannya berinisial DN. Tersangka langsung diringkus Satgas FPPAS. Tanpa melakukan perlawanan. Sedangkan DN berhasil kabur.

Dari tangan tersangka polisi menyita Barang Bukti (BB) berupa satu unit perahu berwarna hitam beserta mesin perahu berwarna merah merek Motoyama, satu unit mesin genset kecil berwarna biru dengan merek Motoyama.

Kemudian, satu sanggih dililit kabel diikat pada sebatang bambu berisikan ikan hasil tangkapan, dan satu rajut tempat penyimpanan ikan hasil tangkapan. Barang bukti ini diamankan di Polsek Rawas Ilir.

“Tersangka sudah kami tahan di Polsek, sedangkan temannya berinisial DN masih dilakukan pengejaran,” kata Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Denhar, Senin (19/3).

Denhar menyatakan sudah jelas bagi oknum yang melakukan penyetruman hewan (ikan) melanggar pasal 85 Undang-Undang RI No. 45 Tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2 miliar.

“Maka dari itu, kiranya kepada warga untuk tidak melakukan penyetruman ikan,” tutupnya.(03)

Rekomendasi Berita