oleh

Penyertaan Modal Hanya Rp 10 Miliar

Eksekutif Gali Potensi PAD Lainnya

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Penyertaan modal yang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara, yang awalnya direncanakan sebesar Rp 40 miliar tidak terlaksana sesuai rencana. Karena yang disahkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal, hanya Rp 10 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pansus penyertaan Modal DPRD Muratara, Yudi Nugraha pasca disahkannya, Perda tentang Penyertaan modal daerah kepada Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (SumselBabel), Jumat (10/11).

Padahal, Perda inisiatif dari DPRD Kabupaten Muratara ini disampaikan, untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan kecilnya penyertaan modal yang dilakukan pihak eksekutif, maka kecil juga PAD yang diterima.

“Namun penjelasan eksekutif bisa kita terima, meskipun jelas dengan berkurangnya penyertaan modal yang dilakukan mereka, berdampak berkurangnya juga PAD yang kita terima. Eksekutif menjelaskan, jangan sampai kita memaksakan diri melakukan penyertaan modal cukup besar, namun kedepan anggarannya tidak ada,” ungkap Yudi.

Selain itu, melihat daerah lain seperti PALI juga diungkapkan pihak eksekutif belum melakukan penyertaan modal dengan anggaran yang cukup besar. Saat ini, PALI saja baru melakukan penyertaan Modal sebesar Rp 5 miliar.

“Eksekutif juga meyakinkan kita, untuk tetap gencar menggali potensi-potensi PAD lainnya. Salah satunya, dengan terus menarik para investor, untuk berinvestasi di Muratara. Seperti investor di bidang perkebunan maupun pertambangan. Ini yang kita tekankan ke pihak eksekutif, agar betul-betul dilaksanakan untuk menambah PAD,” ungkapnya kembali.

Tidak adanya batasan setiap tahunnya, dalam menyertakan modal, juga menjadi pertimbangan mereka.

“Penyertaan modal Rp 10 miliar, dilakukan secara bertahap selama 4 tahun. Tetapi tidak ada batasan, atau disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Misalkan kita sanggup tahun pertama Rp 10 miliar ya bisa saja dilakukan, nanti kedepannya Perda penyertaan modal bisa di revisi,” jelasnya.

Pihaknya tetap berharap, komitmen eksekutif untuk terus menggali potensi PAD dari sektor lainnya terus dilakukan.

“Harus sesuai komitmen, untuk terus tingkatkan PAD. Gali potensi-potensi yang ada, untuk menunjang pembangunan di Muratara. Apalagi, infrastruktur, masih menjadi prioritas kita saat ini,” tambahnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita