oleh

Penutupan Mastasa Ponpes Al-Madani 2019

Santri Tampilkan Kreasi dan Seni

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madani, Ustad Arpan menutup Masa Ta’aruf Santri (Mastasa) Al-Madani, Sabtu (20/7) malam. Momen itu berlangsung meriah, sebab diwarnai dengan penampilan para santri dengan kreasi seni.

Laporan Afri Yadi, Lubuklinggau

PENUTUPAN Mastasa terpusat di halaman Ponpes Al-Madani, Jalan Garuda Kelurahan Kayuara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Hadir pula para wali santriwan-santriwati Al-Madani.

Momen penting ini diawali dengan pembacaan Alquran oleh santri bernama Alamsyah. Lalu menyanyikan Hymne Oh Pondokku yang diikuti semua santri yang hadir, dan pesta kembang api.

Selain itu, para Santri Al-Madani juga menampilkan pentas kemerdekaan, nasyid, tarian khas Aceh dengan bunga jumpo, hadroh dan akhir acara ada pembagian hadiah bagi yang peserta Mastasa yang berprestasi, Jumat (19/7).

Koordinator Harian, Ustadz Umar Muslim menjelaskan, banyak lomba yang diadakan selama Mastasa. Antara lain, ceramah, make up, tiup tepung, hadang bola dan sholawatan. Lomba antar kamar ini dimenangkan oleh Kamar 4 Khodijah. Sementara runner up-nya, Kamar 3 Khodijah dan Juara 3 Kamar 1 Khodijah.

Sementara untuk kategori putra, diadakan lomba ceramah, lari 100 meter, panco, tarik sarung, bola joget, salawatan dan badminton. Juara 1-nya Kamar 2 Al-Baroqah, Juara 2 Kamar 5 Al-Barokah, dan Juara 3 Kamar Al-Baroqah.

Pimpinan Ponpes Al-Madani, Ustad Arpan menyampaikan dengan adanya kegiatan pentas kreasi dan seni, ia mengharap bisa mempermudah santriwati baru dalam beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan di Al-Madani. Karena diantara mereka ada yang masih sulit berpisah dengan orang tua dan rumah.

Ia juga mengharapkan para santri bisa tetap memegang moto Pesantren Al-Madani, yakni beribadah dengan salat lima waktu, tahajud dan salat dhuha, kemudian Belajar Seperti Kosakata, Tafsir Quran, kemudian berlatih seperti pidato, hidup berkelompok dan berprestasi.(*)

Rekomendasi Berita