oleh

Penjual Tali Pancing Bisa Berangkat Naik Haji

17 Tahun Tabung Hasil Jualan

Seorang kakek berusia 70 tahun rela berjualan alat-alat pancing di Terminal Satelit Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, demi kebutuhan hidupnya. Bagaimana alasannya?

Laporan Daulat, Ulak Surung

H Kemis bercerita alasannya berdagang, yakni untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan mencari kesibukan karena tidak mau diam di rumah.

“Saya cari uang tambahan, uang kebutuhan sehari-hari dan  juga saya pusing kalau diam di rumah,” kata Kemis.

Kemis mengatakan, dahulu ia berjualan pada tahun 1983, dan sampai sekarang. Ia membuka lapak jualannya dari pukul 08-00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

“Saya berjualan tali pancing ini lebih kurang 34 tahun. Selama saya berjualan alhamdulillah pada tahun lalu bisa berangkat haji, untuk berangkat haji tersebut, saya menabung hasil dari jualan tali pancing selama 17 tahun,” ungkapnya

Penghasilan sehari-harinya berjualan tidak tentu berkisar Rp 50 ribu – Rp 65 ribu, H Kemis mempunyai enam orang anak semuanya sudah berkeluarga. H Kemis, tinggal di Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

“Sebenarnya saya berjualan ini, anak-anak saya tidak menyuruh lagi karena dengan kondisi saya sudah lanjut usia, tetapi dari pada saya meminta makan dengan anak-anak lebih baik saya berjualan dan mencari sendiri,” tutupnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita