oleh

Penjual Miras dan Kondom Meningkat

MUSI RAWAS – Malam pergantian tahun tidak hanya memberikan keuntungan tersendiri bagi pedagang petasan dan terompet, hal yang sama juga dirasakan penjual Minuman Keras (Miras) dan alat kontrasepsi (kondom). Begitulah yang terjadi di Kecamatan Tugumulyo.

Berdasarkan hasil investigasi, tim Linggau Pos, Kamis (27/12) di salah satu warung di Kecamatan Tugumulyo, Harsidi (43) mengatakan di warungnya omzet penjualan Miras meningkat, sejak sehari jelang perayaan Natal kemarin.

Sedangkan Miras yang laku dijual itu, yakni Bear Cap Bintang. Memang di Kecamatan Tugumulyo ini banyak yang beragama Kristen, jadi perayaan Natal Miras banyak laku terjual. Sedangkan harga jual miras itu, botol berukuran sedang Rp25 ribu dan berukuran besar Rp50 ribu.

“Kalau bagi agama Kristen saat perayaan Natal ini, tidak pernah lepas dari Miras untuk minuman di rumahnya,” kata Harsidi.

Menurutnya, jumlah Miras yang terjual tidak terhitung lagi berapa jumlahnya, lantaran banyaknya pembeli. Kemungkinan pembeli akan meningkat saat pergantian Tahun Baru nanti.

Sementara penjualan Kondom di pusat berbelanjaan, seperti di Indomaret juga meningkat. Peningkatan bahkan sudah terjadi sejak sepekan sebelum Perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sriani (25) seorang Kasir di Indomaret Kecamatan Tugumulyo mengatakan, dua hari  menjelang Natal dan pergantian Tahun Baru ini penjualan kondom meningkat, jika dibandingkan dari bulan sebelumnya.

Sedangkan dalam bulan lalu, bahkan kondom tidak sama sekali terjual. Tetapi saat ini, dalam sehari mencapai 3-5 bungkus. Dan rata-rata pembeli itu berasal dari kalangan muda-mudi dan remaja.

Biasanya, lanjut Sriani, konsumen akan semakin ramai mencari kondom pada saat sehari sebelum perayaan malam Tahun Baru nanti.

“Kondom yang banyak terjual, kebanyakan kotak kecil berisi tiga set,” katanya.

Ustadz M Rasyid mengatakan, sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang merayakan malam tahun baru dengan minuman keras, khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk beristirahat, bukan untuk melek sepanjang malam. Kecuali bila ada anjuran untuk salat malam.

Adapun kebiasaan orang merayakan malam tahun baru dengan minuman keras, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya.

“Manfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif. Seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya,” kata Rasyid sapaannya. (dlt)

Rekomendasi Berita