oleh

Penjual dan Pembeli Merasa Tak Nyaman

Bau Sampah Menusuk Hidung

LINGGAU POS ONLINE, B SRIKATON – Tumpukan sampah di depan los baru Pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, dikeluhkan pedagang maupun pembeli. Selain tak diangkut, sampah itu menimbulkan bau busuk yang menusuk hidung.

Pantauan Linggau Pos, memang tumpukan sampah di pasar tersebut, sudah sangat banyak dan menimbulkan bau tak sedap.

Pedagang di Pasar B Srikaton, Mardiana (37) mengaku merasa tak nyaman dengan kondisi itu. Pasalnya tumpukan sampah berada tak jauh dari tempatnya berdagang.

“Bau sekali di sini, tapi mau bagaimana lagi? Kami tidak punya solusi membuang sampah-sampah itu di mana,” ucap Mardiana pada Linggau Pos, Rabu (11/4).

Sampah itu, sebut Mardiana, selain dibuang oleh pedagang juga berasal dari orang luar yang sering membuang sampah pada malam hari.

“Kalau sampah dari pedagang tidak terlalu bau. Masalahnya sampah-sampah dari rumah tangga dari luar itu menyebabkan bau tak sedap,” keluh Mardiana.

Senada dikatakan Yusi (40). Seorang pengunjung Pasar B Srikaton. Ia menyayangkan kondisi Pasar B Srikaton yang kebersihannya belum begitu diperhatikan pihak terkait.

“Pasar ini adalah pasar terbesar di wilayah Tugumulyo. Sudah seharusnya kebersihannya harus diperhatikan. Kalau seperti ini, kami selaku pengunjung sangat terganggu. Apalagi kios baru ini, sampai saat ini belum ditempati. Tapi ya kondisinya sudah dipenuhi sampah,” ungkap Yusi.

Yusi sangat berharap, kepada pihak terkait untuk mengangkut sampah ini secara rutin. Seandainya, jika dibakar mala membuat aroma menjadi tak sedap.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas, Hermerudin mengatakan dua unit dump truk pengangkut sampah yang beroperasi selama ini telah rusak. Serta bisa lagi digunakan.

Lebih lanjut Hermerudin menjelaskan, baru-baru ini pihaknya menerima bantuan satu unit dump truk merek Hino Dutro 130 HD. Untuk mengangkut sampah, dari PT PP London Sumatera (Lonsum) Tbk.

“Adanya bantuan ini berarti sekarang kita punya tiga unit armada baru. Dengan jumlah tersebut, cukup untuk digunakan pengangkutan sampah. Tapi kalau bicara ideal, paling tidak dibutuhkan enam unit armada pengangkutan sampah,” jelas Hermerudin, kemarin dihubungi via ponsel.(04)

Rekomendasi Berita