oleh

Pengusaha Diminta Rutin Tes Urine Karyawannya

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Mencegah maupun memberantas peredaran narkoba, tak bisa sekadar mengandalkan Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun Polres. Ini ditegaskan Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Drs. Jhon Turman Panjaitan, saat diwawancarai Linggau Pos, usai menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di halaman Kantor BNN Kota Lubuklinggau, Selasa (3/4).

Oleh karena itu, kata Kepala BNNP, butuh peran pemda, DPRD, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk pemberantasan ini.

“Sayang hari ini, pengusaha tidak hadir. Pesan saya untuk mereka, tolong rutin adakan tes urine untuk karyawannya. Agar kinerja perusahaan bisa lebih mudah,” jelas Brigjen Pol. Drs. Jhon Turman Panjaitan.

Ia berharap semua lapisan masyarakat di Kota Lubuklinggau agar dapat bersatu padu dan bersama – sama untuk memberantas dan mencegah narkoba.

“Dan saya berharap kepada masyarakat untuk tidak takut dan malu untuk melaporkan warga yang sudah kecanduan agar bisa direhabilitasi,”tekannya.

Mengenai Lubuklinggau Zona Merah Narkoba, Brigjen. Pol. Drs. Jhon Turman Panjaitan menyangkal itu.

“Kalau zona merah itu tidak ya. Tapi banyak peredaran narkoba di sini. Karena banyak peredaran narkoba inilah, BNN maupun Polres tidak bisa sendiri. Pun dengan Muratara dan Musi Rawas, peredaran narkoba sudah masif cara menggunakannya pun diam-diam,” imbuhnya.

Apa yang disampaikan Kepala BNNP Sumsel ini, dibenarkan Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar.

Ia menjelaskan, narkoba masuk ke semua usia, profesi, bahkan anak sekolahan.

“Narkoba kata orang mahal. Enggak. Sindikat pengedarnya lebih pintar. Dibuat paket hemat dan sebagainya. Maka, inilah tugas bersama. Di tengah besarnya godaan untuk generasi bangsa kita, yuk orang tua dan guru peka dan peduli pada anak-anak. Jangan sampai mereka terjebak pada pergaulan yang salah, lalu pakai narkoba,” pintanya.

Ia sendiri, setiap Senin mengaku lebih teliti dalam mengabsen anggotanya.

“Karena polisi pun tak kebal narkoba. Kalau pagi-pagi baris sebentar sudah keringetan banyak, langsung kami tes urine. Nah, anak yang pakai narkoba itu, biasanya Senin nggak masuk. Karena Minggu itulah waktu dia pesta narkoba, dan kondisinya masih ngehenk. Ini yang harus diwaspadai,” pesannya.(02)

Rekomendasi Berita