oleh

Pengurus Unisa Yogyakarta Kunjungi Muratara

Adakan Seminar Guru BK dan Lomba MHQ MLM

Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengadakan Seminar Guru BK dan Musabaqoh Hifzu Quran (MHQ), Sabtu (25/11). Acara yang dilaksanakan di SMA Negeri Muara Rupit itu sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) ini diikuti guru dan pelajar se-Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten Muratara (MLM).

Ada 50 guru BK yang hadir pada kegiatan yang menghadirkan narasumber Wakil Rektor II Unisa Yogyakarta, Yuli Isnaeni, S.Kp, M.Kep, Sp Kom dan Kepala Program Studi (Prodi) Psikolog, Ratna Yunita, M.Psi.

Seminar yang dibuka Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat diwakili Kabag Kesra Setda Muratara, H Nawawi itu dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan, Ratnawati dan Kepala SMAN Rupit, Suprihartini.

Yuli Isnaeni dalam sambutannya mengatakan, kehadirannya ke Muratara, lanjutan dari kerjasama yang sudah dimulai tahun 2016 lalu dengan pengiriman mahasiswa asal Kabupaten Muratara, sebanyak sembilan mahasiswa.

“Kehadiran kami dalam upaya peningkatan kerjasama yang sudah berjalan tahun kedua, dengan dimulai bidang pendidikan, di mana ada sembilan putra putri asal Kabupaten Muratara yang kuliah di Unisa, insya Allah berlanjut pada bidang lainnya,” Kata Yuli Isnaeni, Sabtu (26/11).

Menurutnya kegiatan yang dilakukan ini merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat. Di mana tidak harus terbatas di Yogyakarta saja.

Menurutnya, guru BK tidak harus untuk siswa yang bermasalah, karena guru bisa melakukan upaya preventif atau pencegahan agar siswa tidak melakukan hal-hal yang negatif, salah satunya lantaran dipengaruhi oleh media sosial.

“Sesuai tema seminar, peran media sosial dalam meningkatkan intensitas konseling siswa, pada era saat ini penggunaan media telekomunikasi dalam hal ini telepon seluler sangat mudah, Bahkan para siswa-siswi kita ada yang lebih dari satu handphone-nya, untuk itulah apabila diarahkan dengan baik maka media ini dapat dipergunakan dengan tepat. Mudah-mudahan pertemuan ini dapat bermanfaat bagi para peserta dalam menjalankan tugas sebagai guru BK di sekolah masing-masing,” harapnya.

Sementara itu, Nawawi mengungkapkan kebahagiaan tidak terkira didatangi langsung oleh Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

Menurutnya, zaman sekarang media sosial sangat berpengaruh terhadap masyarakat khususnya para anak muda dan pelajar, untuk itulah perlu sekali adanya pemahaman kepada anak didik di sekolah bagaimana menggunakan media sosial supaya bermanfaat bukan menjadi masalah bahkan mala petaka.

“Praktiknya penggunaan media sosial yang ada sekarang tidak terkontrol. Untuk saling menghujat dan tidak bertanggung jawab. Harapannya kepada para guru BK dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagaimana memberikan bimbingan yang baik kepada anak didik kita,” harapnya.

Setelah dibuka, guru BK yang tergabung dalam guru Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA-SMK Muratara. Lubuklinggau dan Musi Rawas melaksanakan seminar, sementara untuk para peserta Musabaqoh Hifzu Quran (MHQ) melaksanakan perlombaan di halaman SMAN Muara Rupit. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita