oleh

Pengunjung Bukit Kaba Jangan Mendekati Kawah

CURUP – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunung Api Kaba, Sigit Widianto, mengimbau agar pengunjung Bukit Kaba tidak berada di sekitaran kawah. Hal itu disebabkan kondisi kawah saat ini banyak menampung air.

“Memang kondisi kawah karena hujan beberapa hari lalu banyak menampung air karena dengan adanya air apalagi dengan cuaca mendung tidak ada sinar matahari, gas yang dikeluarkan pada permukaan kawah kalau terhirup bisa bahaya,” kata Sigit saat dikonfirmasi Selasa (25/12).

Dipaparkan Sigit, banyaknya genangan air di sekitar kawah, gas beracun di dalamnya bisa terkonsentrasi atau tidak terurai jika tidak terkena sinar Matahari.

“Selain untuk tidak mendekati kawah, pengunjung juga agar tidak bermain perangkat elektronik, khawatir adanya petir,” tambah Sigit.

Sigit juga mengaku, sejak beberapa terakhir pengunjung Bukit Kaba mulai banyak. Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat hingga malam pergantian tahun.

“Biasanya malam tahun baru ramai pengunjung,” katanya.

Sementara itu terkait aktivitas Gunung Kaba sampai saat ini masih aktif normal dan tidak ada peningkatan aktivitas. Hanya saja, memang ada peningkatan pada aktivitas kegempaan vulkanik lantaran musim hujan.

“Kalau pada musim kemarau kemarin kegempaan per harinya di bawah lima kali, kalau sekarang mengalami kenaikan antara 10 sampai 20 kali per hari, kenaikan ini karena musim penghujan,” paparnya. Meski ada peningkatan aktivitas kegempaan, tambah Sigit, tidak ada pengaruh dengan aktivitas Gunung Kaba. (sam)

Rekomendasi Berita