oleh

Pengidap Hipertensi Mendominasi

Pembinaan Posbindu PTM Muratara

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dalam mendeteksi Penyakit Tidak Menular (PTM), dilaksanakan pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM).

Hadir dalam kegiatan ini. seluruh Kepala Unit Pelaksana Tugas (KUPT) Puskesmas, Dokter dan pengelola PTM di seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Muratara.

Kepala Dinkes Kabupaten Muratara, dr Marhendra saat membuka kegiatan tersebut Jumat (8/12) menjelaskan, Posbindu PTM merupakan peran masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik.

Dalam kegiatan yang terlaksana di Hotel 929 Petanang Kota Lubuklinggau tersebut, dr Merhendra menegaskan, selama ini belum begitu terarah, karena masih awal dan belum berbentuk organisasi yang terstruktural.

“Insya Allah kedepan Posbindu menjadi organisasi sama seperti Posyandu, Lansia dan ada SK. Sehingga pelaksanaan kegiatan Posbindu berjalan optimal,” imbuhnya.

Untuk tindak lanjut pembinaan ini akan dibentuk kader atau Satuan Tugas (Satgas) Posbindu PTM di setiap kecamatan.

Marhendra juga mengingatkan kepada seluruh peserta pasca mengikuti pembinaan ini melakukan sosialisasi ke tempat tugas masing-masing. Dengan sumber dana di Puskesmas masing-masing. Agar upaya penurunan korban PTM menurun.

“Jangan sudah pertemuan ini, balik gek lupo, laporan dak katek,” pesannya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan penanggulangan Penyakit (P2P), Fatahul Rahman menambahkan Posbindu PTM ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM, dengan sasaran utama kegiatan kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas.

Adapun PTM yang menimpa seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Muratara yakni, Kencing Manis, darah tinggi, kanker, jantung, pembulu darah, penyakit paru obstruktif kronis dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.

Lebih lanjut, dijelaskannya dalam kurun yang waktu tahun 1995-2007 kematian akibat PTM mengalami peningkatan dari 41,7 % menjadi 59,5 %. Dengan penyakit jantung tertinggi sesuai riset kesehatan dasar tahun 2013.

“Sementara di Kabupaten Muratara sendiri, penyakit tertinggi tahun 2017 sejak Januari sampai dengan September yakni penyakit hipertensi sebesar 80 %, obesitas 65 %, Diabetes Melitus 50 %, Asma 30 %, stroke 20 %,”terangnya.

Pemateri dari Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, dr Icon Harizon.(07)

Komentar

Rekomendasi Berita