oleh

Pengendara Tak Berhelm Terancam Pidana

LUBUKLINGGAU – Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, Polres Lubuklinggau mengintensifkan kegiatan di lapangan setiap harinya. Sejak Rabu (9/1) Polisi Lalu Lintas melaksanakan kegiatan di sepanjang Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Seperti di Jalan Yos Sudarso Lippo Mall, Simpang RCA sampai ke kawasan Taman Kurma.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, SIK, MH melalui Kasat Lantas, AKP Feby Febriana, SIK membenarkan setiap sore personel jajarannya untuk patroli hunting sistem guna menindak pelanggaran lalu lintas yang kasat mata khususnya terkait penggunaan Helm SNI. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Aturan itu disebutkan pada bagian keempat khususnya bagian tata cara berlalu lintas, paragraf pertama soal ketertiban dan keselamatan  Pasal 106 ayat (8) disebutkan “Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dan penumpang sepeda motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia (SNI)”.

Sedangkan bagi yang tak memenuhi ketentuan tersebut, maka akan diancam sesuai Pasal 291 ayat (1) Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tidak mengenakan helm SNI sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Dilanjutkan pada ayat (2) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

“Hal sesuai anatomi kasus Laka di Lubuklinggau dan selaras dengan perintah Kapolres Lubuklinggau untuk menertibkan penggunaan helm SNI,” jelasnya.

Bersamaan itu Kanit Laka, Ipda Jemmy Gumayel menjelaskan bahwa pada sepekan ini berdasarkan anatomi kasus Lakalantas yang terjadi banyak ditemukan korban kecelakaan lalu lintas khususnya pengendara sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, tercatat pada kasus yang terjadi (6/1) lalu di depan eks kompi TNI AD, dari 2 pengendara dan 2 penumpang sepeda motor yang terlibat laka yaitu Rendi, Deny, Rian dan Lezi. Ketiga korban yang meninggal baik di TKP maupun di rumah sakit. Hanya Lezi yang menggunakan helm SNI dan selamat dari kematian.

“Ini fakta yuridis yang kami temukan, bukti nyata dan semua pihak dapat membuktikan bahwa helm SNI dapat mengurangi risiko kematian” ujarnya.

Kasat Lantas menambahkan untuk itu pihaknya tidak bisa tinggal diam, setidaknya melakukan penindakan terkait pelanggaran helm SNI, agar menekan fatalitas korban kecelakaan.

“Harapannya semua pihak mendukung, dengan saling mengingatkan untuk keselamatan berlalu lintas. Bagaimana orang tua yang mengingatkan anaknya agar menggunakan helm ataupun sesama teman untuk memahami manfaat menggunakan helm SNI,” jelas Kasat Lantas.(rls/lik

News Feed