oleh

Pengelolaannya Berbasis Aplikasi Slim 8 Akasia

Perpustakaan SMANTER Kandidat Terbaik se-Sumsel

Tim Penilai Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan tandang ke SMAN Model Terawas, Selasa (22/5). Kedatangan mereka untuk menilai perpustakaan di sekolah yang dipimpin Henni Kristiati tersebut.

Laporan Sulis, STL Ulu Terawas

KEDATANGAN Tim Penilai Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi Sumsel, ke SMAN Terawas (SMANTER) disambut hangat oleh Duta Pustaka Sumsel dan anak-anak Literasi dengan Yel-Yel Literasi Perpustakaan SMANTER. Sekira pukul 09.00 WIB, rombongan ini tiba di sekolah yang terkenal hijau, rimbun, dan bersih ini.

Tim penilai diketuai Suhana, didampingi Wakil Ketua Rosa Gitaria, Sekretaris Erika dan anggota Intan Mardiah dan Yanto. Mereka terdiri dari tiga pustakawan senior dari Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Kabid Program Dinas Perpustakaan, Ketua Jurusan Keperpustakaan UIN Raden Fatah Palembang.

Kepala SMANTER, Henni Kristiati dan sejumlah dewan guru pun dengan ramah mempersilakan tamu dari Palembang itu memasuki hall sekolah.

Penting diketahui, latar belakang kedatangan tim penilaian ini, karena November 2017 Perpustakaan SMANTER menjadi Perpustakaan Terbaik Tingkat SMA se-Kabupaten Musi Rawas. Sementara SMAN 1 Muara Beliti meraih terbaik II dan disusul oleh SMAN Megang Sakti yang meraih gelar perpustakaan terbaik III.

Oleh karena itulah, kata Henni, Dinas Perpustakaan Kabupaten Musi Rawas mengusulkan Perpustakaan SMANTER dan SMAN 1 Muara Beliti untuk mengikuti Penilaian Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi Sumsel. Saat ini, dari 17 kabupaten/kota yang dinilai oleh Tim Perpustakaan Provinsi Sumsel tinggal lima kabupaten saja, yakni Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Lahat dan Kota Palembang.

“Jadi masing-masing kabupaten/kota ada 2 sekolah yang dinamai, sehingga seluruhnya ada 10 sekolah. Dari 10 perpustakaan ini hanya akan ditetapkan lima pemenang. Mohon doanya, masuk lima terbaik saja sudah alhamdulillah,” terang Henni.

Saat proses penilaian kemarin, Henni mengaku haru dan bangga, karena saat salah seorang Tim Penilai menceritakan baru kali ini sepanjang sejarah melihat perpustakaan sekolah dari Kabupaten Mura terverifikasi dari 17 kabupaten/kota.

“Sedih memang. Tapi kalimat ini semakin memotivasi kami untuk menjadikan Perpustakaan SMANTER sebagai perpustakaan yang terakreditasi, memenuhi standar perpustakaan yang baik yang cita-cita kami, kelak bisa dijadikan acuan untuk menggali informasi lebih luas dan menjadikan siswa-siswi SMANTER cinta dan gemar membaca. InsyaAllah SMANTER bisa,” sebutnya.

Yang menjadi nilai lebih perpustakaan SMANTER, selain bersih, rapi dan luas, sistem pengelolaan sudah memakai Aplikasi Slim 8 Akasia. Delapan pustakawan diberi tanggung jawab penuh untuk mengelola perpustakaan tersebut.

Dari delapan orang itu, kata Henni, dua yang benar-benar standby di perpustakaan.

“Di SMANTER semua sudah pakai aplikasi, dari pembuatan kartu anggota, pengunjung, pencarian judul buku, pembuatan kode buku dan lain sebagainya, semua sudah pakai aplikasi alias tidak manual lagi. Kalaupun manual jika lampu mati saja. Kami berharap perpustakaan ini bisa jadi jantungnya sekolah, yang akan jadi tujuan siswa-siswi kami dalam memperdalam ilmu, selain di dalam kelas,” imbuhnya. (*)

Rekomendasi Berita