oleh

Pengedar Sabu Tergiur Untung Rp 3 Juta

Transaksi Narkoba di Sebelah Rumah

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Berbagai alasan diutarakan Bandar Narkotika. Ingin mendapatkan untung. Nah, diduga tergiur dengan keuntungan Rp 3 juta per minggu, bikin Yosef (38) nekat. Ia pun menjadi pengedar narkoba jenis sabu.

Tersangka tinggal di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Diringkus anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau sekitar pukul 15.30 WIB, Senin (5/2).

Pengedar barang haram ini ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat. Mengirimkan isi laporan melalui SMS Center BNN. Disebutkan tersangka akan melakukan transaksi narkoba di dekat rumahnya.

Dari informasi itulah anggota BNN langsung menuju lokasi dan melakukan penangkapan.

“Kami meringkus tersangka, karena terlibat dengan pengedar narkoba dan dari laporan warga,” kata Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didampingi Kasi Pemberantasan, AKP Sukirman, Selasa (7/2).

Edy sapaannya menjelaskan, saat diringkus, anggota langsung menggeledah tubuh tersangka ditemukan satu kantong plastik sedang yang diduga berisikan sabu seberat kurang lebih 2,48 gram di dalam saku celana tersangka.

Kemudian, anggota melakukan pengembangan kasus dan menuju ke tempat barang bukti lainnya, di salah satu tempat mebel kayu di Bengawan Solo.

Anggota menemukan satu kantong plastik sedang yang berisikan sabu sebarat 10,23 gram dan satu kantong plastik klip berisikan sabu sebarat kurang lebih 1,19 gram yang diletakkan di meja-meja.

“Saat diinterogasi tersangka mengakui bahwa barang tersebut memang miliknya didapatkan cara memesan dari daerah Lampung melalui jalur darat (Mobil). Tersangka mendapatkan keuntungan Rp 3 juta dari jual sabu, ” jelas Edy.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan, selain narkoba jenis sabu anggota juga mengamankan tiga pack plastik klip kosong, dua pak plastik kecil kosong, dua pack plastik kosong besar, satu handphone, dua alat pemanas elektrik untuk membungkus sabu, satu besi bulat untuk menghancurkan sabu, dan uang.

“Tersangka beserta barang bukti saat ini ditahan di kantor BNN Lubuklinggau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 29 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda uang senilai Rp 1 miliar,” tutup pria berpangkat melati dua ini.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita