oleh

Pengedar Sabu Lintas Provinsi Diringkus di SPBU

BNN Sita 12,5 Gram Sabu

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Satu dari dua spesialis kurir sekaligus pengedar narkoba jenis sabu, Riza Sastrawan alias Icah (39) diringkus anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau.

Teman Icah berinisial, AJ berhasil melarikan diri saat hendak diringkus anggota BNN Lubuklinggau.

Icah dikenal sebagai spesialis pengedar barang haram tinggal di Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Tersangka diringkus di SPBU Lubuk Tanjung Jalan Garuda, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (13/1).

“Memang benar, kami telah meringkus satu kurir sekaligus pengedar narkoba jenis sabu. Pengedar ini bisa dikatakan pengedar antar provinsi,” kata Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didampingi Kasi Pemberantasan, AKP Sukirman, Kamis (18/1).

Edy Nugroho menjelaskan, pengedar barang haram ini ditangkap saat anggota BNN Lubuklinggau mendapatkan informasi dari masyarakat, melalui SMS Center BNN Lubuklinggau.

Disebutkan dalam SMS itu akan ada dua pengedar narkoba melintas di Jalan Garuda, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I dengan mengendarai mobil Avanza Nopol BD 1455 PZ.

BNN pun sigap. Menuju ke lokasi untuk lakukan pengintaian. Setelah dilakukan pengintaian di sepanjang Jalan Garuda mobil pengedar tidak ditemukan.

Sampai, akhirnya mobil pengedar terlihat anggota sedang mengantre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Lubuk Tanjung.

Melihat mobil pengedar sedang antre, anggota langsung turun melakukan penggerebekan terhadap tersangka. Hanya saja, ternyata ada satu tersangka diringkus, Riza Sastrawan alias Icah sedangkan temannya AJ tidak berada di lokasi.

“Tersangka kami geledah, dan ditemukan barang bukti dua klip plastik paket besar diduga sabu seberat 12,5 gram. Satu unit klip plastik berisi diduga ekstasi sebanyak 12 butir seberat 3,15 gram tepat di bawah jok mobil tersangka,” jelas Edy Nugroho.

Lebih lanjut, Edy Nugroho menjelaskan kemudian tersangka Icah beserta barang bukti dua klip plastik paket besar sabu 12,5 gram. Satu unit klip plastik berisi diduga ekstasi sebanyak 12 butir seberat 3,15 gram.

Serta mobil tersangka Avanza Nopol BD 1455 PZ warna hitam serta satu buah Handphone (Hp) Samsung ditahan di kantor BNN Lubuklinggau. Guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara,” jelasnya.

Senada disampaikan, AKP Sukirman, sebenarnya tersangka sebagai pengedar di wilayah Bengkulu namun bisa dikatakan pengedar antar provinsi baik di Lubuklinggau maupun Lampung.

Sebelumnya, pengedar ini mendapatkan barang dari temannya berinisial KRM Napi di Lapas Bengkulu, kemudian pindah ke Lapas Nusakambangan sehingga sulit mendapatkan barang haram.

“Hingga akhirnya, pengedar mencari barang di Lampung serta Lubuklinggau. Lantaran di Lubuklinggau harga barang lebih murah, maka ia mengambil barang di sini,” tambah Sukirman.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita