oleh

Pengawasan Mobil BUMDes Dilakukan Dishub

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyalurkan bantuan kendaraan mobil dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kepada 13 desa  yang ada di ‘Bumi Lan Serasan Sekentenan’.

13 mobil itu diberikan kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masing-masing Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mura, dan diserahkan langsung oleh Bupati Mura, H Hendra Gunawan beberapa hari lalu. Sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

Dari 13 BUMDes itu anggaran tahun 2017 dan yang menerima hibah mobil Supermega Carry, yakni  BUMDes dari Desa Mekar Sari, Megang Sakti III, Desa Temuan Jaya, Desa Tanah Periuk, Desa E Wonokerto, Desa Gunung Kembang Baru, Desa Kota Baru, Desa Sidodadi, Desa Prabumulih II,  Desa Bumi Makmur, Desa Paduraksa, Desa Jamburejo dan Desa Taba Tengah.

Kepala Dishub Kabupaten Mura, Adi Winata mengatakan, bantuan hibah mobil tersebut bermanfaat untuk meningkatkan usaha Bumdes yang ada di Kabupaten Mura. Kendaraan operasional yang diserahkan adalah amanah dan harus diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat banyak. Maka, harus dijaga dengan baik, dengan perawatan secara berkala.

“Gunakan kendaraan operasional dengan sebaik mungkin, jangan sampai dipergunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai peruntukannya,” kata Adi Winata kepada koran ini, Kamis (20/9).

Adi Winata berpesan, agar kendaraan tersebut digunakan sebagai transportasi warga untuk keluar masuk desa, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan warga.

“Pemkab Mura sifatnya melakukan pembinaan terhadap Bumdes dan untuk pengawasan mobil akan dilakukan selama enam bulan sekali,” tegas pria tinggi ini.

Kepala Desa (Kades) Taba Tengah Kecamatan Selangit, Asnawi mengakui kendaraan operasional yang diserahkan oleh Pemkab Mura adalah amanah dari rakyat, yang akan digunakan Kades dan BUMDes, untuk itu kendaraan tersebut akan dijaga dengan baik.

“Yang namanya BUMDes adalah usaha bersama, di mana keputusan terpenting ada pada musyawarah kampung. Kita memikirkan bagaimana agar bisa berkembang, tidak sekadar berdiri saja dan cari unit usaha yang tepat,” tegas Bapak dua orang anak ini. (dlt)

Rekomendasi Berita