oleh

Pengaruh Debat Pilpres Kurang Signifikan

JAKARTA- Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) putaran kedua tinggal menunggu hari. Belajar dari debat pertama, semua pihak berharap, dalam debat nanti menjadi ajang adu gagasan dan bukan arena saling serang program kedua calon baik Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Debat kedua Pilpres akan digelar, Minggu (17/2) depan.

Pengamat politik, Ujang Komarudin mengatakan sejatinya, debat Pilpres bukan kampanye yang efektif menjaring suara. Bagi penantang sekalipun, kampanye door to door campaign lebih berpengaruh ketimbang fokus dalam debat Pilpres.

“Debat hanya mempengaruhi swing voters (massa mengambang,red). Sedangkan kampanye mendatangi langsung dari pintu ke pintu masih merupakan kampanye paling efektif,” jelasnya.

Pria yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini berpandangan, jika debat menjadi sangat penting. Karena kedua Paslon akan dilihat dan dinilai oleh seluruh pemilih di nusantara ini bahkan bagi pemilih yang ada di luar negeri. Pengaruhnya besar bagi pemilih yang belum menentukan pilihan.

“Di pilihan para swings voters akan ditentukan ketika selesai melihat debat,” terang Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang kepada Fajar Indonesia Network, Rabu (6/2).

Ia menambahkan, teknik kampanye via udara (media tv, radio, Medsos dan media daring) dianggap lebih efektif untuk mendulang suara di pedesaan. Ditambah dengan door to door campaign akan menambah daya gedor meraup suara massa.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum KPU Wahyu Setiawan mengatakan, jika kedua Paslon jangan terfokus kepada debat. Menurutnya, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk menarik pemilih.

Debat Capres-Cawapres sebenarnya salah satu dari sembilan metode kampanye. Kepentingannya KPU ada dua. Pertama fasilitasi Paslon menyampaikan visi-misi program. Kedua fasilitasi pemilu agar mendapat informasi terkait performa Paslon, visi misi program Paslon.

“Kami berharap Paslon dan tim suksesnya memanfaatkan matode kampanye lain. Pertemuan tatap muka, terbatas, pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, Medsos. Kami pandang metode lain belum dioptimalisasi. Silakan manfaatkan metode yang lain untuk eksplor visi-misi program Paslon,” bebernya.

Menurutnya, jika semua hanya bertumpu pada debat untuk memperoleh info utuh KPU akan terkendala sisi waktu. kami mendorong metode lain dimanfaatkan, tegasnya. (khf/fin/tgr)

Rekomendasi Berita